banner

Pelabuhan Patimban Beroperasi November Minggu Ketiga

admin darikita 2 November 2020
vertical banner

SUBANG-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali tinjau pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat, Sabtu (31/10). Menhub di­dampingi Dirjen Hubla dan Bupati Subang meninjau dan berkeliling area re­klamasi meng­gunakan kapal nelayan un­tuk mengecek pe r s i apan pembukaan tahap awal pelabuhan yang ditar­getkan selesai pada minggu ketiga bulan depan.

“Ini tinjauan terakhir sebelum nanti kami soft opening, minggu ketiga November tahap pertama harusnya sudah selesai pembangunan pertama dan operasional terbatas,” kata Budi melalui keteran­gan tertulis, Sabtu (31/10).

Untuk tahap pertama yang akan beroperasi, obyek fisik yang direncanakan sudah siap yakni terminal peti kemas sepanjang 150 me­ter, lapangan peti kemas seluas 35 hektare (ha) den­gan kapasitas 250.000 TEUs (twenty-foot equivalent unit), dan terminal kend­araan 300 meter dengan ka­pasitas 218.000 CBU. “Nanti akan menangani terminal kendaraan serta otomotif dan bongkar-muat peti kemas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus Purnomo menyam­paikan pada tahap satu ini, uji sandar kapal sudah di­lakukan pada awal minggu lalu. Agus mengatakan, saat ini tahap yang sedang ber­proses adalah pembuatan akses jalan agar pelabuhan dapat segera beroperasi.

“Dermaga tahap 1 sudah melakukan uji sandar kapal sejak awal minggu ini dan hasilnya sudah cukup me­muaskan. Sekarang kami sedang melakukan per­siapan untuk jalan akses, sehingga nanti di minggu ketiga November, Pelabu­han Patimban tahap 1 su­dah siap untuk beroperasi,” kata Agus

Agus berharap adanya pengembangan kawasan Pelabuhan Patimban ini dapat mendorong roda perekonomian masyarakat sekitar. Terlebih di sekitar kawasan pelabuhan juga sudah ada infrastruktur pendukung, yakni Bandara Kertajati serta akses tol.

“Pengembangan kawasan Patimban, diharapkan dapat mendorong roda perekonomian baru di daerah Rebana (Cirebon, Subang, Majalengka) yang saat ini sudah ditopang infrastruktur pendukung seperti Bandara Kertajati dan akses jalan tol. Selain itu, pelabuhan ini juga akan mengintegrasikan kawasan ekonomi existing, seperti Bekasi Timur, Karawang, dan Purwakarta,” ucapnya.

Selanjutnya, terkait pen­gelolaan pelabuhan patim­ban, juga sudah diumum­kan calon perusahaan op­erator yang lolos tahap pra kualifikasi proyek Kerjasa­ma Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Pelabuhan Patimban pada 20 Okto­ber lalu, yaitu Konsorsium Patimban yang terdiri dari PT CTCorp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Lo­gistic & Support Services, PT U Connectivity Services, dan PT Terminal Petikemas Surabaya.

Beberapa hal lainnya yang tengah disiapkan antara lain, penyiapan SOP pe­manduan dan penundaan kapal, SOP penetapan alur pelayanan, penyiapan sa­rana bantu navigasi kapal, pengkajian dan pengesah­an ISPS (International Ship and Port Facility Security), penyediaan CIQP (Customs Immigration Quarantine Procedure), izin pengop­erasian pelabuhan, penyia­pan peta laut, pengerukan alur pelayaran, penentuan tarif, penyediaan listrik oleh PLN, penyediaan air bersih oleh PDAM, serta peningkatan kapasitas SDM Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban melalui pendidikan dan pelatihan (diklat).

Selain itu, dalam kesem­patan yang sama telah di­lakukan Uji coba sandar dan uji coba lepas yang sudah selesai dilaksana­kan per hari ini 31 Oktober 2020, dimana uji sandar ini telah dilaksanakan dan dia­wasi langsung oleh Direk­tur Jenderal Perhubungan Laut. Pada kesempatan peninjauan hari ini Men­hub juga sempat melaku­kan pelepasan sandar pada Kapal Kalimantan II.

Pelabuhan Patimban menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berada di area seluas 369 Ha dan backup area men­capai 356 Ha, dengan biaya investasi total hingga men­capai Rp43,2 triliun.

Untuk tahap satu sudah dilakukan sebesar Rp14 triliun yang dananya be­rasal dari APBN dan pinja­man dari Japan Interna­tional Cooperation Agency (JICA). Tahap lanjutan dari pengembangan pelabuhan ini akan dilakukan pada tahun 2023 dengan nilai investasi sebanyak Rp9,5 triliun.

Turut hadir mendamp­ingi Menhub dan Bupti Subang pada kunjungan kerja ini Direktur Jen­deral Perhubungan Laut Agus H Purnomo, Direk­tur Utama PT Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson, Direktur Utama PT Wi­jaya Karya Agung Budi Waskito, Direktur Utama PT Pembangunan Pe­rumahan Novel Arsyad, perwakilan pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta se­jumlah pejabat terkait.(ygi/vry)

Untuk Anda
Terbaru