”Kami juga memang ingin membuat lagi sumur artesis untuk menambah debit air. Hanya saja biaya untuk satu sumur ini bisa menghabiskan Rp 600 juta. Cukup mahal lantaran pembuatan sumur ini tidak sembarangan harus menggunakan alat khusus, kebutuhan barang, listrik serta biaya perizinannya,” paparnya.
Dadang mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan, PDAM Tirta Raharja melakukan kerjasama dengan PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) khusus mengelola air bersih. ”Artinya bisa saja nanti ke depan kami dengan BUMD Kabupaten Badung Barat ini melakukan kerjasama seperti menjual curah air bersih dan kami yang beli. Kerja sama lainnya bisa kita melakukan pendampingan kepada mereka untuk berbagi pengalaman dalam mengelola air bersih,” pungkasnya. (drx/fik)












