banner

Pembeli Daging Sapi Berkurang

darikita 18 September 2015
Dokumentasi/Amri Rachman Dzulfikri/Bandung Ekspres BERJUALAN KEMBALI: Pedagang daging sapi kembali berjualan pasca mogok selama lima hari di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (13/8) lalu. Meskipun Bulog sudah menggelar operasi pasar murah daging sapi selama beberapa hari, harga masih berkisar Rp 120.000 per kilogram.
vertical banner
Dokumentasi/Amri Rachman Dzulfikri/Bandung Ekspres BERJUALAN KEMBALI: Pedagang daging sapi kembali berjualan pasca mogok selama lima hari di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (13/8) lalu. Meskipun Bulog sudah menggelar operasi pasar murah daging sapi selama beberapa hari, harga masih berkisar Rp 120.000 per kilogram.
Dokumentasi/Amri Rachman Dzulfikri/Bandung Ekspres
BERJUALAN KEMBALI: Pedagang daging sapi kembali berjualan pasca mogok selama lima hari di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (13/8) lalu. Meskipun Bulog sudah menggelar operasi pasar murah daging sapi selama beberapa hari, harga masih berkisar Rp 120.000 per kilogram.

Harga Daging Eceran Tinggi

darikita.com, BANDUNG – Jelang Hari Raya Idul Adha 1436 H, harga eceran daging sapi di sejumlah pasar tradisional masih saja tinggi. Saat ini harga daging di kisaran Rp 110. 000 hingga Rp 120.000 per kilogram. Fluktuasi harga daging ayam itu, terjadi sejak Idul Fitri beberapa bulan lalu.

Menurut salah satu pedagang Pasar Kosambi Bandung, Handayani, 33, harga daging yang saat ini dijual tidak jauh berbeda setelah adanya aksi demo para pedagang daging sapi yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia (APDASI) Kota Bandung pada awal Agustus lalu. Saat itu, harga pasaran mencapai Rp 140.000 per kilogram.

’’Sekarang masih di harga Rp 110 ribu. Soalnya harga dari bandarnya emang segitu (Rp 108 ribu). Jadi kita paling untung dua ribu saja per kilo,’’ ujar Handayani saat di temui di salah satu los daging sapi Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, kemarin (17/9).

Dia merinci, jenis paha ada pada kisaran Rp 120.000, sementara untuk jenis lamusir ada pada kisaran Rp 110.000.

Menyikapi tingginya harga itu, kata dia, berimbas pada permintaan masyarakat. Bahkan, cenderung menurun dibandingkan tahun lalu. Saat ini, dia hanya mengandalkan langganan yang umum pemilik rumah makan.

’’Sekarang cuma 50 kiloan terjual. Kalau dulu bisa lebih dari itu. Soalnya yang beli juga kebanyakan pelanggan sih, yang sudah biasa beli sama saya, itu juga buat dijual lagi,’’ terang dia.

Sementara itu, pedagang daging sapi lainnya juga mengeluhkan harga daging yang masih ada pada kisaran harga tinggi. Beberapa jenis daging yang tidak laku untuk dijual pada hari itu, kemudian diolahnya untuk menjadi abon. Hal tersebut dijelaskan Dede, 41, yang mengaku kerap mengolah daging untuk dijadikan abon.

’’Kalau bikin abon kan harus pakai daging yang bagus, kalau daging potong yang dalam satu hari belum habis,’’ ujar dia.

Daya tahan daging sapi olahan biasanya akan lebih lama dan tahan untuk dijual dengan harga yang stabil dibandinngkan penjualan daging sapi segar. Dede mengatakan, untuk harga per kilonya bisa Rp 110.000. Untuk daya tahan daging, dirinya mengatakan akan bisa jauh lebih lama.

Pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Cihaurgeulis, Mahmud, 30, mengatakan dirinya menjual daging sapi pada kisaran harga sekitar Rp 120.000. ’’Iya sudah turun, dulu mah sampai sepi yang beli, sekarang sudah mulai rame lagi,’’ kata dia.

Sementara itu Ketua APDASI Kota Bandung Endang Mubarok menjelaskan, harga daging sapi saat ini sudah memiliki harga strandar dengan nilai yang stabil. Dirinya mengatakan, untuk per kilonya, daging sapi sudah ada pada kisaran harga Rp. 100.000 per kilogram untuk jenis daging paha dan lamusir. Bahkan untuk jenis lain, harganya bisa di bawah Rp 100.000.

’’Sekarang sudah stabil. Sebab, setelah demo ada pemantauan langsung dari pemerintah mengenai harga daging. Kita juga sempat meminta penambahan daging impor yang ternyata di kabulkan pemerintah dengan adanya penambahan 50 ribu ekor sapi potong yang saat ini sudah direalisasi secara bertahap,’’ kata dia saat saat dihubungi melalui saluran telepon kemairn.

Mengenai adanya penambahan daging sapi potong yang berjumlah ribuan itu, Endang menjelaskan belum mengetahui pasti akan didistribusikan ke kawasan mana saja. Namun, setelah adanya kebijakan tersebut, pihaknya mengaku lebih lega. Sebab, kebutuhan akan permintan pasokan daging sapi terpenuhi.

’’Kalau yang kisaran di atas harga itu mungkin pengecer, kalau kita punya standar jual untuk daging itu Rp. 100 ribu ya kalau belinya hanya sekilo mungkin wajar kalau harganya tinggi. Tapi kalau banyak, harganya segitu,’’ ujar dia. (fie/rie)

Untuk Anda
Terbaru