bandungekspres.co.id, SOREANG – Hujan yang melanda kawasan Bandung selatan beberapa hari lalu mengakibatkan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Salah satunya longsor terjadi di Kampung Sawahbera, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaring. Tebing setinggi 20 meter lebih longsor sehingga akses kendaraan terputus akibat material tanah menutupi badan jalan.
Namun, material longsoran bisa diatasi berkat kerjasama antara warga sekitar, pemerintah desa yang dibantu anggota TNI, dan Dinas Bina Marga yang menurunkan dua alat berat. Dalam waktu relatif singkat, kendaraan sudah bisa melintasi jalan tersebut. ”Berkat kesigapan dalam berkoordinasi antar warga, pemerintahan desa, anggota Babinmas, Babinsa yang di bantu pihak Dinas Binamarga, akses jalan yang tertutup matrial kembali bisa dilalui kendaraan baik roda dua ataupun roda empat,” Jelas Alo Sobirin, Kepala Desa Cilame kepada Soreang Ekspres(grup Bandung Ekspres) di lokasi longsor kemarin, (1/5).
Menurutnya, karena terkendala alat berat, evakuasi pertama baru membuka akses jalan agar kendaraan bisa melintas. Oleh karena itu, evakuasi material longsoran yang menutupi sebagian jalan akan dilanjutkan Senin (2/5). Apabila akses jalan tersebut tidak segera dibuka, dikhawatirkan akan mengganggu perekonomian warga Desa Cilame, Kabupaten Bandung dan warga dua desa di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
”Jalan tersebut merupakan akses yang biasa dilalui warga untuk menjalankan roda perekonomiannya. Sehingga kami sangat memprioritaskan agar material longsoran yang menutupi badan jalan segera dievakuasi. Alhamdulillah, akses mulai hari ini (kemarin), sudah bisa dilalui kendaraan. Sehingga masyarakat kembali bisa menjalankan aktivitas,” papar Alo.
Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mengevakuasi material longsoran khusunya kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung yang telah menurunkan alat berat loder.
Sementara itu, Dede Sukarsa, Kepala UPTD PU Sapras Wilayah Soreang menuturkan, longsor yang terjadi di Kampung Sawahbera Desa Cilame mengakibatkan putusnya akses kendaraan karena jalan tertutup matrial longsor. Jalan yang menyambungkan kecamatan Kutawaringin-Pasirjambu pun mengalami longsor.
”Sehingga kendaraan yang melintas jalan tersebut harus ekstra hati-hati karena sebagian besar jalan tergerus longsor,” ujar Dede.
Danramil 0612 Soreang Mayor Cba (K) Tri Harbusania SE MM menegaskan, terdapat lima desa yang diterjang longsor. Kelima desa tersebut berada di dua kecamatan, yakni Desa Padasuka, Cilame dan Sukamulya di Kecamatan Kutawaringin serta Desa Sukajadi dan Sukanagara di Kecamatan Soreang.
”Kelima desa ini merupakan langganan longsor. Makanya sejak hujan mengguyur lima desa itu, kami bersama jajaran anggota Koramil Soreang siaga longsor. Karenanya sejak terjadinya longsoran itu kami bersama sama melakukan upaya evakuasi agar jalan yang terkena longsor itu bisa dilalui kembali oleh kendaraan,” terangnya.
Sejak Jumat, pihaknya bersama Tripika Kecamatan Soreang dan Kutawaringin melaksanakan penyisiran di lokasi longsor. Khawatir kondisi jalan yang terkena longsor itu memutuskan hubungan lalulintas warga yang ada di sekitar lokasi itu.
”Kami mengerahkan anggota ini karena memang untuk mengantisipasi terisolirnya warga yang ada di desa-desa itu. Namun demikian, alat berat terus diupayakan untuk bisa menyingkirkan longsoran dari badan jalan. Apalagi yang terjadi malam Jumat di RW 15, Desa Sukajadi longsor dan pohon tumbang di jalan raya Ciwidey mengakibatlan petugas BPBD turun tangan membersihkan pohon yangmelintang ke badan jalan,” tegas Mayor Tri (adv/gun/fik)













