SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung mengajukan kuota sebanyak 420 orang dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahap I tahun 2019. Jumlah itu meliputi 348 tenaga guru, 50 tenaga kesehatan dan 22 penyuluh pertanian.
“Dari pusat memang dijadwalkan tahun ini ada dua kali seleksi, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan daerah,” jelas Elly saat ditemui di Soreang kemarin, (11/2)
Menurutnya, P3K tidak seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digaji oleh anggaran pendapatan dan belanja Nasional (APBN). Sebab, P3K nantinya menjadi tanggungan daerah. Upah mereka akan didanai oleh APBD. Oleh karena itu, kata Elly, Pemkab Bandung belum merencanakan adanya pengajuan kuota tambahan untuk seleksi tahap kedua 2019.
Dirinya mengatakan, untuk panitia seleksi nasional (Panselnas) sendiri memprediksi potensi pelamar P3K di Kabupaten Bandung mencapai 1.497 orang. Jumlah itu terdiri dari 1304 guru, 130 tenaga kesehatan dan 63 penyuluh pertanian.
“Saya tidak tahu angka itu didapat dari mana, tetapi yang jelas itu tercantum dalam surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) yang disampaikan kepada Bupati Bandung 6 Februari lalu. Dalam surat itu disebutkan juga bahwa pada 8 Februari kami sudah bisa menerima nama-namanya, tetapi sampai sekarang belum kami terima,” tuturnya
Elly menambahkan, berdasarkan jadwal dari pusat, seleksi rekrutmen P3K sendiri akan dilaksanakan pada 23-24 Februari. Namun, jadwal tersebut diprediksi akan mundur. Sebab, pengumuman harus disampaikan 14 hari sebelum pelaksanaan. Sebab, daftar nama tersebut hingga saat ini belum diterima. maka jelas pengumuman rekrutmen pun belum bisa dilakukan.
Adapun terkait materi tes, dia membenarkan bahwa ada sedikit perbedaan antara seleksi P3K dengan CPNS. Jika pada seleksi CPNS terdapat dua uji kompetensi yaitu dasar dan bidang, maka dalam seleksi P3K hanya ada kompetensi teknis. meliputi, kemampuan manajerial dan sosio kultural.
“Tahapan lainnya masih serupa yaitu diawali dengan seleksi administrasi hingga tahap wawancara. Saat ini, BKPSDM Kabupaten Bandung sendiri sudah membentuk tim untuk panitia seleksi nanti. Namun susunannya masih sementara dan masih bisa berubah,” jelasnya
Dihubungi terpisah Koordinator Guru Honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Bandung sekaligus Koordinator Daerah Perkumpulan Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK2I) Jabar Oop Saefurohman mengatakan, pihaknya sendiri sudah mulai melakukan sosialisasi terkait rekrutmen P3K kepada para guru K2.
“Namun saya sendiri baru tahu bahwa kuotanya hanya 348 orang untuk guru. Saat ini guru K2 di Kabupaten Bandung sebenarnya mencapai 1.754 orang. Namun jumlah itu memang tak semuanya berlatar belakang pendidikan S1,” tutup dia (rus)













