darikita.com, NGAMPRAH – Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di lokasi pembangunan jembatan di Jalan Raya Padalarang-Cianjur, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat dikeluhkan oleh para pengguna motor dan mobil. Pengerjaan pembangunan jembatan yang menghubungkan jalan provinsi dari arah Bandung ke Cianjur ataupun sebaliknya itu hingga saat ini masih berlangsung.
Dari pantauan di lokasi kemarin, jembatan bailey(jembatan sementara) yang sebelumnya terpasang kini sudah mulai dibuka. Sehingga, arus kendaraan dari arah Bandung menuju Cianjur saat tiba di lokasi pembangunan yang sebelumnya lurus menjadi belok kiri. Hal ini untuk menghindari lokasi pembangunan jembatan yang sebelumnya terpasang jembatanbailey.
Sementara dari arah Cianjur menuju Bandung menjadi membelok sedikit ke sebelah kanan. Tampak alat berat berupa bulldozer dan pagar pembatas dari seng yang menutupi lokasi pembangunan.
Meski perubahan jalur hanya sedikit saja, namun sejumlah pengemudi mengeluhkan perubahan tersebut, terutama dari arah Bandung menuju Cianjur. Pasalnya, selain minimnya PJU di lokasi itu, di sana juga sangat minim rambu-rambu pemberitahuan yang semestinya dipasang jauh-jauh sebelum tiba di titik lokasi pembangunan jembatan tersebut.
”Harusnya ada rambu pemberitahuan dari jauh sebelum sampai ke lokasi pembangunan. Inikan biasanya lurus tapi sekarang tiba-tiba jadi belok kiri, kaget aja,” kata Arif, 28, salah seorang pengemudi yang hendak menuju ke Ciranjang, Kabupaten Cianjur, kemarin (27/4).
Dia menilai, pagar pembatas untuk menutupi lokasi pengerjaan jembatan dan menutupi sejumlah alat berat yang lokasinya sangat berdampingan dengan badan jalan seperti sekarang ini, sangat membahayakan jika tidak disertai penerangan jalan dan rambu-rambu yang memadai. Terutama jelang tengah malam. Pasalnya, bagi sebagian orang yang paham jalur ini, mereka kemungkinan besar akan memacu kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi.
Jika mereka tidak tahu ada proses pembangunan jembatan, maka berpotensi terjadinya kecelakaan. ”Jalur ini sekarang cukup lengang semenjak ada tol Purbaleunyi, kalau orang sudah paham jalur ini mungkin mereka akan memacu kencang kendaraannya, bahayanya kalau mereka tidak tahu di depan ada pembangunan jembatan,” katanya.
Dirinya berharap ada perhatian dari pihak terkait agar kemungkinan terjadinya kecelakaan bisa dihindari. ”Semoga besok-besok ada rambu-rambu dan jalan di lokasi ini juga terang,” katanya.
Sebelumnya, Pemkab Bandung Barat mengaku masih kebingungan untuk mencari jalan alternatif dalam membangun jembatan secara permanen di Cipatat tersebut. Bahkan sebelumnya, ada kemungkinan jalan nasional tersebut, bakal ditutup selama proses pembangunan pada April mendatang.
Sementara itu, Manager Ruas Jalan Cikampek, Purwakarta, Padalarang, Rajamandala dari Kementerian Pekerjaan Umum, Suryohadi saat ditemui di Cipatat beberapa waktu lalu membenarkan bahwa akan dibangun jembatan permanen di Cipatat. Panjang jembatan tersebut yaitu 15 meter dengan lebar 12 meter. (drx/fik)













