darikita.com – BANDUNG – Agar program Keluarga Berencana semakin terintergransi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan terus mewujudkan pembentukan kampung KB diberbagai daerah di Kabupaten Kota di Jawa Barat.
Plt Kepala BKKBN Sigit Priohutomo mengatakan Kampung KB sebagai wadah untuk program Pembangunan Keluarga, salah satunya untuk meningkatkan program kependudukan di antaranya peningkatan ikatan keluarga, pernikahan dini, putus sekolah sampai kematian ibu melahirkan.
Menurutnya, dalam tujuan program Kampung KB diutamakan untuk peningkatan kualitas hidup manusia salah satunya, yang diarahkan untuk peningkatan jenjang pendidikan lebih tinggi bagi perempuan.
“ Fakta dilapangan menunjukkan apabila perempuan putus sekolah dipastikan larinya kawin. Sehingga, dengan Kampung KB ini akan tumbuh kesadaran juga dalam bidang pendidikan,”jelas Sigi ketika ditemui kemarin (20/2)
Dia memaparkan, kampung KB memiliki korelasi dengan berbagai sektor dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya di daerah pedesaan dan pesisir pantai yang banyak memiliki angka kemiskinan.
Untuk mendukung hal tersebut, BKKBN mengharapkan keterlibatan semua stakeholder baik pusat maupun di daerah untuk bisa membuka akses pekerjaan disemua sektor industri bagi perempuan, karena perempuan yang bekerja akan menunda usia pernikahannya dan mempunyai anak.
“ Dengan penundaan usia pernikahan dan memiliki anak tersebut diharapkan kualitas anak atau generasi yang akan tumbuh akan lebih baik dan terhindar dari stunting, tetapi yang paling penting adalah membatasi atau menunda akan meningkatkan kualitas SDM-nya,” terangnya.
Dia menyebutkan, Kampung KB ini baru berjalan dua tahun jadi pencapaian baru mencapai sekitar 90 persen. Namun, pada 2018 diharapkan seluruh kecamatan di wilayah Indonesia sudah memiliki Kampung KB.
“Secara nasional baru sekitar 90 persen, ke depannya harus bisa 100 persen dengan meningkatkan jumlah pembentukan Kampung KB,” jelas dia
Untuk 2018 sasaran dan target Kampung KB ini terbentuk di daerah termiskin dengan dibantu lembaga lain untuk bersinergi masuk dalam program ini. Sehingga, Kampung KB ini menjadi pusat segala kegiatan pemerintah pusat antar lembaga dan kementerian yang erat kaitanya atau sama-sama mencari solusi atas permasalahan yang menjadi fokus kerja BKKBN.
“Semua kementerian dan lembaga yang mempunyai program-program di daerah bisa dikumpulkan di Kampung KB ini,
seperti peningkatan posyandu, kualitas pendidikan, SDM, peningkatan gizi sampai ke peningkatan kualitas hidup jadi tidak hanya di kegiatan KB saja,” tutupnya.
Sementara itu Kepla BKKB Jabar S. Teguh Santosa mengatakan, Di seluruh Kabupaten/ Kota saat ini sudah ada terbentuk Kampung KB.
Dia menargetkan untuk masing-masing daerah setingkat kecamatan minimal harus ada satu kampung KB. Bahkan bila lebih akan sangat diapresiasi.
Dirinya memaparkan, kebaradaan kampung KB tergantung dari luas wilayah dan banyaknya penduduk. Sehinggam jangan heran bila Kota Cimahi baru memiliki 3 kampung KB. Sebab, Cimahi sendiri hanya terdiri dari tiga kecamatan.
Kendati begitu, pihaknya akan terus mendorong agar Kampung KB di Jabar setiap tahunnya harus bertambah. Sehingga, dengan jumlah Kampung KB sekarang 626 kemungkinan akan bertambah lagi.
’’ Kita akan terus dorong dengan berbagai bantuan infrastruktur dan program agar kampung-kampung KB semakin banyak di Jabar,”ucap Teguh (mg1/yan/)













