banner

Perhatian Pada Pangumbara

darikita 30 November 2015
ISTIMEWA TIDAK LEPAS TANGAN: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kelima dari kiri) saat melakukan tepang sono bersama masyarakat pangumbaraan di Bengkulu kemarin (29/11). Gubernur berpesan agar mereka terus menunjukkan prestasi.
vertical banner

Heryawan: Kalau Sudah Kaya, Boleh Pulang

darikita.com– Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan merasa perlu untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Jabar yang ngumbara. Hal ini dinilai perlu karena banyaknya warga yang tinggal di luar Jawa Barat.

Ahmad Heryawan mengaku, saat ini banyak sekali masyarakat Sunda yang berada di luar pulau Jawa. Bahkan mereka telah menetap di daerah tersebut.

”Mereka menjadi pangumbara memilih karena berbagai alasan. Ada yang bekerja, atau melalui program transmigrasi,” jelas Heryawan ketika ditemui dalam acara tepang sono masyarakat pangumbara di Bengkulu kemarin (29/11).

Makanya, menjadi kewajiban bila Pemprov Jabar memberikan perhatian tersebut. Sebab keberadaan masyarakat etnis Sunda di provinsi lain harus bisa memberikan prestasi untuk daerah yang ditinggalinya.

Untuk mendukung masyarakat pangumbara, kata dia, pihaknya telah merancang program bagi masyarakat Jawa Barat yang ingin mencari kehidupan di provisi lain, khususnya provinsi yang jumlah penduduknya masih kecil.

Beberapa program yang telah berjalan sejak lama di antaranya program transmigrasi yang akan dikembangkan bersama antar kepala daerah tempat masyarakat daerah itu tinggal.

Selain itu, untuk menarik minat program ini, masyarakat Jabar sebelumnya harus memiliki keahlian dan keterampilan agar mereka bisa bertahan hidup di daerah yang ditinggalinya.

”Kita akan dibekali dengan berbagai ilmu dan keterampilan agar masyarakat sunda tidak menjadi beban pemerintah daerah setempat dan bisa hidup mandiri,” ucap Heryawan.

Rata-rata setiap tahun, katanya, Jabar mendapat jatah mengirim warganya untuk bertransmigrasi sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK). Angka ini dianggap masih kecil mengingat Jabar punya penduduk yang sudah sangat banyak, mencapai 46 juta jiwa di akhir 2014.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) untuk memberikan alokasi tambahan bagi Jabar.

Adapun 10 provinsi yang ditetapkan sebagai penerima transmigran yakni Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Maluku. Sedangkan, tujuh provinsi pengirim transmigran yakni Lampung, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

”Kalau boleh, saya minta ada tambahan jatah alokasi jumlah transmigrasi untuk Jabar, kan pada bageur-bageur,” bebernya.

Menurutnya, warga Jabar yang diperantauan selalu mencapai kemajuan. Mereka bekerja keras untuk memperbaiki kualitas hidup di tempat tinggal baru.

Dia juga berharap masyarakat Jabar yang ngumbara untuk tidak cepat-cepat pulang ke Jabar mengingat peluang kesuksesan terbuka lebih luas di daerah transmigrasi. ”Kalau sudah kaya, baru boleh pulang dan membangun daerah asalnya di Jabar,” ucapnya.

Dia mengaku sangat bangga terhadap masyarakat Sunda. Sebab, punya keistimewaan tidak pernah membuat keributan. Selain itu, masyarakat Sunda juga dikenal penuh dengan sopan santun, sehingga mudah gaul dan diterima masyarakat lain.

Namun demikian, terdapat sebuah kelemahan masyarakat Sunda yakni suka mengalah. Sehingga jarang berada di posisi terdepan. Hal ini diduga akibat pengaruh iklim Jabar yang sejuk serta kaya sumber alam, dengan begitu membuat kondisi yang terlalu nyaman bagi masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Heryawan berharap, ke depan masyarakat Sunda punya motivasi lebih untuk mengejar prestasi optimal demi menghadirkan sebuah prestasi besar.

”Masyarakat Sunda punya keistimewaan, yakni balageur dan tidak pernah buat keributan,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Jabar Hening Widyatmoko mengatakan acara tepang sono ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antara para transmigran dan warga asal Jabar di Pangumbaraan di Bengkulu dengan Gubernur Jabar.

Selain para transmigran, acara yang diikuti sekitar 500 orang ini juga dihadiri jajaran Pemprov dan Pemkot Bengkulu, serta Ketua Forum Masyarakat Sunda Pangumbaraan di empat provinsi, yakni dari Sumatera Selatan, Lampung, Batam dan Jabar.

Menurutnya, pembangunan transmigrasi merupakan pembangunan nasional yang terintegrasi dengan pembangunan daerah yang multi sektor.

Karena itu, diperlukan partisipasi dan dukungan dari semua stakeholders mengingat kemajuan suatu daerah sangat tergantung pada sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Dalam acara tepang sono tersebut, dilakukan juga pengukuhan Forum Silaturahmi Masyarakat Sunda Pangumbaraan Provinsi Bengkulu. Ini menjadi Provinsi ke-5 di wilayah Sumatera dan akan disusul kemudian di Aceh, Sumatera Utara, Pekanbaru, Jambi dan Kepulauan Riau.

”Masyarakat Pangumbaraan punya peran penting terhadap pembangunan daerah terutama pembangunan transmigrasi. Oleh sebab itu, mereka harus dapat memberikan kontribusi positif pada daerah transmigrasi,” katanya. (adv/yan)

Untuk Anda
Terbaru