banner

Pocari Sweat Kembali Gelar Marathon

darikita 24 Mei 2019
BADAN SEHAT: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil lari bersama dilapangan Gasibu sebagai simbolis diresmikannya lomba Marathon Pocari Sweat 2019 yang digelar di Kota Bandung.
vertical banner

BANDUNG –PT. Amerta Indah Otsuka dengan produk Pocari Sweat akan kembali menggelar West Java Marathon 2019 di Kota Bandung pada 28 Juli 2019.

Marketing Director PT. Amerta Indah Otsuka, Ricky Suhendar mengatakan, diperkirakan akan ada 10.000 pelari dipastikan bakal memeriahkan ajang tersebut. Dengan mengusung tema The Pride of West Java Sport Tourism. Even tersebut bakal berpusat di Gedung Sate Bandung.

“Tahun lalu yang kedua kalinya, Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon 2018 diikuti oleh delapan ribu pelari. Dan tahun ini tanggal 28 Juli nanti akan hadir 10 ribu pelari di Kota Bandung,” ucapnya dalam jumpa persi di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (23/5).

Dia menyebutkan, ada em­pat kategori dalam Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon 2019, yakni Full Marathon (FM) dengan pe­serta minimal 21 tahun, Half Marathon (HM) minimal usia 17 tahun, 10 Kilometer (10K) minimal usia 15 tahun, dan 5 Kilometer (5K) minimal usia 12 tahun.

Suhe sapaan akrab Ricky Suhendar mengatakan, bahwa sepuluh ribu tiket yang terse­dia habis hanya dalam waktu 45 menit. Hal ini menunjukan bahwa Kota Bandung memang menjadi favorit para pelari lantaran kota tersebut dinilai ikonik dengan gedung- gedung heritage.

Selain itu, pihaknya meny­ediakan tawaran menarik untuk peserta virtual runer –peserta yang tidak bisa datang ke Kota Bandung atau keha­bisan tiket—yakni jaminan bisa mengikuti ajang tersebut pada 2020 mendatang, tanpa harus antre dan tanpa tiket.

Suhe mengatakan, terkait rute, ada perbedaan dengan tahun sebelumnya yakni pada kategori half marathon. Yang mana pada tahun ini peserta tidak lagi harus me­lewati jembatan layang Pasu­pati. Untuk kategori 10K, akan melewati jembatan Pasupati–Jl. Asia-afrika-Jl. Wastuken­cana- Jl. LLRE Martadinata-finis di depan Gedung Sate yang menjadi titik start juga.

Dengan tetap mengedepan­kan #SAFERUNNING dan hydration point, Suhe ingin semua pelari terhindar dari cedera. Maka, Hydration point telah disediakan dan tersebar di beberapa titik dalam setiap 1,5 sampai 2,5 KM untuk me­mastikan pelari ter-hidrasi dengan baik.

”Kami sangat optimis dengan bertambahnya jumlah pe­serta Pocari Sweat Run Bandung akan tetap menge­depankan keamanan dan kenyamanan bagi para pe­lari,” ucapnya.

Suhe pun telah memastikan bahwa seluruh kesiapan ajang tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Dae­rah Provinsi Jawa Barat dan pihak-pihak yang turut ser­ta terlibat dalam masa per­siapan sampai pada akhirnya ajang tersebut bisa terselen­ggara.

Ditempat sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, pihaknya berharap penyelenggara ma­rathon digelar di wilayah lain di Jawa Barat. Sebab, pada akhir tahun ini, Pemdaprov Jawa Barat berencana meng­gelar ajang lari jauh di wi­layah pantai Pangandaran.

“Intinya kita apresiasi, kita minta juga penyelenggaraan di Pangandaran dapat bim­bingan dari penyelenggara ini. Kalau ini kan temanya kota, kalau Pangandaran te­manya alam,” kata dia.

Emil menegaskan, apapun kegiatan yang bisa menaikan value, atau citra Jawa Barat Saya dukung. Brand value bisa datang dari event, pro­mosi, salah satunya event semacam ini.

Pada Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2018, dia turut berpartisipasi pada ka­tegori 5K. Menjadi peserta di event sebesar sangatlah me­nyenangkan.

Emil juga mendorong agar unsur- unsur kebudayaan lebih ditekankan pada penyel­enggaraan tahun ini. Hal itu penting sebagai diferensiasi dengan ajang marathon lain di seluruh dunia.

”Sehingga nantinya orang akan rindu dengan keuni­kan penyelenggaraan,” katanya. (yan)

Untuk Anda
Terbaru