banner

Presiden Akhirnya Tunda Reshuffle

darikita 9 Januari 2016
Agus Wahyudi / JAWA POS MEGAWATI HADIR: Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla dan mantan presiden Megawati (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Djoko Setiadi (kiri) untuk masa jabatan 2016-2021 usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/1).
vertical banner

darikita.com, Isu reshuffle atau perombakan kabinet yang terus bergulir liar, coba diredam pihak Istana.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dirinya tidak bisa didikte maupun didesak soalreshuffle. Karena itu, saat ditanya terkait kabar bahwa reshuffle akan dilakukan dalam waktu dekat, dia menjawab bahwa reshuffle bisa dilakukan kapan saja. ’’Bisa bulan satu, bulan dua, bulan tiga, dan seterusnya,’’ ujarnya santai di Istana Negara tadi malam (8/1).

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta agar apa yang dilakukan presiden dan wakil presiden tidak selalu dikaitkan dengan reshuffle, termasuk pertemuannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Dia menepis jika pertemuan tersebut merupakan sinyal reshuffle bakal dilakukan dalam waktu dekat. ”Tidak ada soal itu (reshuffle, Red),” ujarnya di Kantor Wakil Presiden kemarin.

Sebagaimana diketahui, isu reshuffle sudah bergulir sejak Desember 2015 lalu. Kabar awal pelaksanaan reshuffle memang bakal dilakukan pada awal atau pertengahan Januari 2016. Namun, makin liarnya isu reshuffle termasuk beredarnya nama-nama calon menteri, hingga pernyataan-pernyataan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyebut bakal mendapat jatah menteri perhubungan dan menteri kehutanan lingkungan hidup, membuat Jokowi gerah.

Karena itu, informasi yang dihimpun Jawa Pos menyebut jika reshuffle akan ditunda agar isunya mereda. Rencananya, reshuffle baru akan dilakukan sekitar pertengahan Februari mendatang.

Meski mengakui jika reshuffle dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja kabinet, JK mengatakan jika soal waktu maupun personelnya merupakan hak prerogatif presiden. Karena itu, pertemuannya dengan Megawati tidak dalam rangka membahas reshufflekabinet. ”Kalau reshuffle itu (haknya) Pak Jokowi,” katanya.

Kemarin, JK bersama Jokowi memang sempat bertemu dengan Megawati yang datang ke Istana Negara pada saat pelantikan Djoko Setiadi sebagai kepala Lembaga Sandi Negara. Namun, setelah itu JK kembali bertemu Megawati di kediaman Mega di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut luput dari pantauan awak media karena JK pergi tanpa dikawal oleh rombongan Paspampres lengkap yang biasa mendampingi, melainkan hanya dikawal dua mobil Kijang Innova.

JK mengelak jika pertemuan empat mata dengan Megawati tersebut hanya silaturahmi biasa, tidak membahas masalah reshuffle maupun dualisme Partai Golkar. Menurut dia, Mega hanya berpesan agar pemerintah terus menjaga stabilitas politik sehingga ekonomi bisa berjalan baik. ”Sekalian saya minta oleh-oleh dari Amerika (karena Mega baru liburan dari AS),” selorohnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga menyatakan jika Istana mulai jengah dengan berbagai isu reshuffle. Dia menegaskan, kalau istana tidak akan terpengaruh dengan berbagai rumor-rumor tersebut.

”Rumor-rumor itu yang membuat ya orang yang kepingin jadi menteri. Tapi, biasanya yang begitu itu (justru) nggak pernah kesampaian, dijaminlah,” sindir Pramono, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Bukan hanya formasi, rumor tentang pelaksanaan reshuffle juga tersebar luas di masyarakat melalui sejumlah media sosial. Diantaranya, soal perombakan kabinet yang akan dilakukan sebelum 15 Januari 2016 nanti. ”Siapa yang menyebarkan rumor itu nggak penting, istana tidak tergantung pada rumor, istana punya pertimbangan sendiri dalam memutuskan,” tandas mantan sekjen DPP PDIP tersebut.

Di internal kabinet, keyakinan bahwa reshuffle tidak akan dilakukan dalam waktu dekat memang makin kuat. Keyakinan sejumlah menteri itu salah satunya didasarkan pada sinyal yang sudah disampaikan Presiden Joko Widodo secara terbuka terkait reshuffle. ”Presiden kan sudah kasih signal, jangan desak-desak, jangan dikte-dikte, masak masih nggak paham,” kata salah seorang menteri asal parpol, yang enggan disebutkan namanya.

Atas hal itu pula lah, dia merasa kasihan dengan pihak-pihak yang berusaha mendorongreshuffle agar bisa dilaksanakan segera. ”Saya tidak tahu kenapa orang-orang kok masih pada ribut, mereka yang desak-desaklah, yang tekan-tekanlah, kan sia-sia saja,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun di internal partai koalisi, hingga hari ini, pertemuan antara pimpinan partai dan Presiden Jokowi yang khusus membahas soal reshuffle belum dilakukan kembali. Pertemuan hanya sempat dilakukan sekitar pertengahan Desember 2015 lalu. Saat itu, presiden dan pimpinan partai koalisi sepakat untuk menunda agendareshuffle kabinet hingga momen paling tepat. (owi/dyn/rie)

Untuk Anda
Terbaru