banner

PT Jaswita-PT Airin Kerja Sama Pembangunan PLB

darikita 12 September 2018
ISTIMEWA/ANDY RUSNANDY/JABAR EKSPRES SINERGI BUMN-BUMD: Dari kiri depan duduk, notaris, pemegang saham PT Jaswita Jabar, Komisaris PT Jaswita Jabar Kaslan, Komisaris PT Airin. Dari kiri belakang berdiri, Direktur Direktur Operasi Agoes Darmadi, Direktur Umum Winarso, Direktur Utama Ade Dikdik Isnandar, Direktur Utama PT Airin Rudolf Valentino Bei, foto bersama usai penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan PLB di Hotel Prama Grand Preanger, Bandung, Senin (10/9).
vertical banner

Direktur Utama PT Jaswita Jabar Ade Dikdik Isnandar mengatakan, Jaswita merupakan perusahaan yang bergerak salah satunya di bidang properti. Pihaknya bekerja sama dengan PT Airin dalam penyediaan properti pergudangan berupa pusat logistic berikat (PLB) dengan skema bid list transfer (BLT).

“Skema bisnisnya kita membangun, mereka menyewa. Setelah 20 tahun, bangunan ini milik mereka,” kata Dikdik.

Dikdik mengungkapkan, dengan adanya kerja sama ini, diharapkan cash flow keuangan PT Jaswita terus mengalami kenaikan. Dari proyeksinya, keuntungan dari persewaan pergudangan ini bisa menghasilkan pendapatan yang lebih besar lagi.

“Kita membangun dari dana equity dan pinjaman bank. Apa yang kita dapatkan dari sewa gudang ini jauh lebih besar dari modal yang kita keluarkan. Asumsinya, pengeluaran 100, pendapatan bisa mencapai 500,” jelasnya.

Tentunya, kata dia, langkah kerja sama ini mendongkrak pendapatan PT Jaswita di bidang properti. Selain itu, ke depannya, pihaknya juga sudah memproyeksikan langkah-langkah kerja sama lainnya guna meningkatkan cash flow perusahaan.

Proyeksi itu di antaranya melanjutkan kerja sama di bidang properti dan berkaitan dengan kepariwisataan berupa pembangunan hotel dengan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB). Pihaknya kini juga sedang mambangun perumahan di Kabupaten Banjar, Ciamis, Sumedang, dan Bogor. “Jaswita punya properti yang residensial maupun komersial,” pungkasnya.

Direktur Utama PT Airin Rudolf Valentino Bei mengungkapkan, sebagai anak perusahaan BUMN, jalinan kerja sama ini bentuk semangat sinergi antara BUMN dan BUMD. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pelabuhan, pergudangan, dan logistik, sebagaimana tekad poros maritim dan nawa cita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, kerja sama ini bertujuan mengurangi biaya logistic performance indeks (LPI).

Rudolf menjelaskan, PT Airin sebagai buffer, mengelola perpindahan logistik yang ada di dalam pelabuhan hingga ke Jawa Barat. Sama halnya dengan PLB yang ada di Cikarang Dry Port (CDP). Apalagi, kata dia, pihaknya ingin memanfaatkan keberadaan Pelabuhan Patimban.

“Lokasi PLB ini di Jomin, Cikampek. Dekat dengan Pelabuhan Patimban. Itu merupakan salah satu pasar yang akan kami ambil untuk barang-barang impor. Inilah yang kami harapkan kerja sama dengan Jaswita,” katanya.

Pihaknya mempercayakan Jaswita karena BUMD milik Pemprov Jabar ini ahli dalam bidang properti. Sesuai dengan skema perjanjian, Jaswita Jabar membangun PLB, dan Airin akan mengelolanya. “Kita sudah 34 tahun berkecimpung di bidang logistik di Tanjung Priok. Cikal bakalnya pengembangan di daerah Cikampek ini,” katanya.

Sejumlah produk akan dipasarkan di PLB tersebut. Namun, ia belum bisa merinci produknya. Namun, setidaknya terdapat tiga produk potensial yang sudah dipilih untuk dipasarkan. PT Airin sebagai anak perusahaan BUMN, tegas dia, salah satu perusahaan yang men-support induknya terkait pembiayaan-pembiayaan.

“Alhamdulillah, status pasar pada 2018, rencana kerja pemerintah (RKP) PT Airin sudah lebih dari 176 persen, melewati RKP yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (and/adv)

Untuk Anda
Terbaru