
CEKATAN: Tim Fire Fighting and Rescue Section Bandara Internasional Juanda melakukan pemadaman kebakaran pada Latihan penanggulangan keadaan darurat skala kecil (hot drill) selasa (26/5/2015). Kegiatan ini menyimulasikan fire building (kebakaran Gedung) dan kecelakaan pesawat (aircraft incident).
darikita.com, CIMAHI – Seluruh isi bangunan di dalam gudang milik PT Sanlite Inti Plastik di Jalan Industri RT 03/RW 08 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan ludes dilalap api. Kebakaran diduga terjadi karena konsleting listrik dari panel yang menyambar plastik.
Meski besarnya api menghanguskan gudang, namun tidak satu pun karyawan pabrik yang diketahui 700 orang tersebut terluka atau pun meninggal dunia.
Dari informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut baru diketahui karyawan pabrik seusai salat magrib. Mereka saat itu sedang berada di gudang produksi yang jaraknya tidak jauh dari gudang penyimpanan hasil produksi.
Saat kejadian, api dengan cepat membesar. Sebab, barang yang berada di dalam gudang semuanya berbahan plastik. Imbasnya, api cukup sulit dipadamkan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi, Herry Setiawan mengatakan, menurunkan delapan unit mobil damkar. Tidak hanya itu, untuk menjinakkan api, mereka juga dibantu tiga unit damkar Kabupaten Bandung, tiga unit dari Kabupaten Bandung Barat, serta tiga lainnya dari Kota Bandung. ”Kami mengupayakan api untuk tidak membesar dan merembet ke area pabrik,” ujarnya.
Sementara itu, karyawan pabrik yang juga saksi di lokasi kejadian, Asep Hendriana, 28, menyebutkan, api diduga berasal dari panel listrik langsung menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar. ”Sumber api berasal dari panel listrik menyambar bahan-bahan kimia yang mudah terbakar lalu merembet ke seluruh isi bangunan,” katanya.
Asep menambahkan, api sulit dipadamkan karena di dalam gudang juga banyak dipenuhi plastik seperti ember dan mesin printing. ”Bahkan, karyawan ikut mengeluarkan beberapa barang yang tersimpan di gudang untuk menghindari terbakar karena pasti akan sulit padam,” terangnya sambil menambahkan, sekitar 700 karyawan yang bekerja di pabrik tersebut tidak ada satu pun jadi korban.
”Waktu kejadian nggak ada karyawan yang berada di gudang. Produksi juga langsung berhenti. Karyawan yang bekerja di shift dua langsung dipulangkan untuk menghindari korban jiwa,” tambahnya.
Kapolres Cimahi AKBP Dedy Kusuma Bakti menjelaskan, pihaknya akan mengadakan uji puslabfor untuk mengetahui penyebab kebakaran pabrik plastik tersebut.
Diakuinya, api sulit dipadamkan karena material yang terbakar adalah plastik. Sehingga proses kebakaran memakan waktu cukup lama. ”Total kerugain belum bisa ditaksir karena kita masih fokus membantu kelancaran mobil pemadam yang melakukan pendinginan di lokasi kejadian,” ujar Dedy.
Di samping itu, juga akan mintai keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut setelah lokasi dinyatakan aman. ”Kita nanti akan mintai keterangan dari saksi, bisa dari pegawai yang mengetahui kejadian maupun dari pemilik pabrik,” kata Dedy.
Di bagian lain, Dedy mengimbau kepada warga agar membantu kelancaran petugas damkar menuju ke lokasi kejadian. ”Untuk warga kalau bisa nanti, jika ada kejadian seperti, jangan sampai menghambat petugas damkar dengan hanya menonton yang bisa mengakibatkan kemacetan menuju lokasi kejadian,” imbuhnya.
Dari pengamatan sementara, kerugian dari kejadian ditaksir hingga ratusan juta. Sementara api berhasil dipadamkan petugas damkar gabungan setelah memakan waktu sekitar dua jam. (gat/rie)













