banner

Respect The Game, Regulasi Baru di Honda DBL 2016

darikita 25 Februari 2016
vertical banner

Semakin kuat di tiap penyelenggaraannya, PT. DBL Indonesia selaku penyelenggara kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL, terus berinovasi agar gelaran ini lebih baik dari tahun ke tahun. Selain kemasan, aturan permainan juga dibuat menyesuaikan peraturan FIBA sebagai induk olahraga basket dunia.

Terbaru, pada gelaran Honda DBL 2016 telah memberlakukan ‘Respect The Game’. Peraturan ini hanya berlaku pada kuarter keempat. Respect the game akan diberlakukan apabila ada tim yang mencapai keunggulan dengan selisih 30 poin atau lebih pada saat pertandingan berlangsung.

Aturannya adalah tim yang unggul dengan selisih skor 30 poin atau lebih tidak boleh menggunakan full court defense atau half court defense (termasuk di dua menit terakhir). Tim yang sudah unggul dengan selisih skor 30 poin atau lebih wajib man to man inside three point. Pelatih akan dibebankan technical foul apabila tidak menjalankannya.

Peraturan baru ini telah diterapkan pada pertandingan Honda DBL dikota pertama yakni Bandung. Dimulai dari tanggal 12 Februari dan berakhir di final party 24 Februari, hingga babak final kemarin (23/2) telah terjadi 7 kali pertandingan respect the game yang dimenangkan oleh beberapa tim basket yang berasal dari berbagai sekolah di Bandung.

Baru saja diterapkan dikota pertama, respect the game pertama kali terjadi di pertandingan ketiga opening party Honda DBL West Java Series 2016- East Region (12/2) yang memertemukan tim putra SMAN 25 Bandung melawan SMAN 1 Baleendah.

Seakan tidak memberi kesempatan lawannya untuk mencetak poin, SMAN 1 Baleendah hampir merajai skor di tiap kuarter. Respect the game terjadi sejak akhir kuarter 3, dimana SMAN 1 Baleendah mempimpin skor 36-7. Mengetahui kondisi tersebut, terlihat dari awal kuarter empat SMAN 1 Baleendah dengan mudahnya menerapkan konsep respect the game, dimana tidak ada pemainnya yang melakukan full court maupun half court defense. Tim Baleendah sangat tanggap dan mengerti sehingga tidak ada pemainnya yang keluar dari konsep peraturan baru ini. SMAN 1 Baleendah memenangkan pertandingan dengan skor akhir 44 – 9.

Perlu diketahui sebelum terselenggaranya Honda DBL Bandung, tentunya para wasit dan anggota petugas meja pertandingan telah dilakukan briefing akan diterapkannya peraturan baru ini. Muhammad Iqbal Salim, selaku Basket Ball Operation PT DBL Indonesia, juga menerangkan dengan adanya respect the game ini akan semakin meningkatkan kualitas permainan basket para pemain, selain itu untuk menhindari ketimpangan skor yang terjadi di pertandingan.

“Baru pertama kali diterapkan di Bandung, pengaplikasian respect the game sangat baik, karena dari pemain, wasit dan pelatih memahami dengan baik. Jadi pertandingan di tahun ini tidak seperti ditahun sebelumnya yang bisa berbeda skor hingga 50 poin,” ujar Iqbal

Dari total terjadi 7 kali pertandingan respect the game di Honda DBL West Java Series 2016 – East Region, terdiri dari 5 pertandingan tim putra dan 2 pertandingan tim putri. Dengan perbedaan skor yang jauh, tim yang telah menang di respect the game cenderung bermain dengan tempo yang lebih lambat dibanding ketiga kuarter awal tadi.

Meski beberapa pelatih dan pemain sudah mengetahui regulasi respect the game, diakui oleh pelatih SMA Bintang Mulia, Rita Rosita, bahwa dirinya sempat lupa dengan peraturan baru ini. Hal ini terjadi saat tim nya berhasil mengalahkan SMA Krida Nusantara (13/2), dengan skor akhir 50-13. Perbedaan skor yang sudah jauh di pertengahan kuarter 3 ternyata sempat tidak dihiraukan oleh para pemain dan pelatih. Respect the game terjadi mulai di pertengahan kuarter 3, sempat lupa, Rita dan tim segera diingatkan oleh wasit di lapangan, pada saat itu SMA Bintang Mulia menerapkan dengan baik dan benar regulasi respect the game.

Selain itu beberapa tim yang berhasil memenangkan pertandingan dengan beda skor 30 poin atau lebih antara lain, tim putra SMA 1 Bina Bakti Bandung melawan SMAN 15 Bandung dengan skor akhir 54-17 (13/2), tim putra SMAN 9 Bandung melawan SMAN 22 Bandung dengan skor akhir 63-5 (15/2), tim putra SMAN 3 Bandung melawan SMAN 11 Bandung dengan score akhir 38 – 5 (15/2), tim putri SMAN 1 Baleendah melawan SMA BPK Holis Bandung skor akhir 35 – 10 (15/2), dan tim putra SMA Trinitas Bandung melawan SMAN 2 Bandung dengan skor akhir 48-13 (17/2).

Dengan adanya respect the game, peraturan baru yang diberlakukan ini bisa menjaga agar atmosfer setiap pertandingan Honda DBL makin kompetitif. Selain itu diharapkan dengan aturan baru ini bisa memangkas ketimpangan yang terjadi antar tim peserta Honda DBL 2016. (nay/vil)

Untuk Anda
Terbaru