Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Sabtu, 7 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Ribuan Siswa Numpang Ujian

Oleh • 5 Januari 2017 • 07:00

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Erika Budiarti Laconi menyatakan, Unas 2017 dimulai untuk jenjang SMK lebih dahulu. Jika ada SMK yang tidak siap melaksanakan UNBK, mereka akan meminjam ruang komputer di SMP atau SMA pelaksana UNBK.

Hal yang sama berlaku ketika unas SMA berlangsung. Jika ada SMA yang belum siap melaksanakan UNBK, mereka bisa memin­jam atau menumpang UNBK di SMP atau SMK. Demikian pula untuk unas SMP. Anak-anak di sekolah yang belum siap UNBK bisa bermigrasi ke SMA atau SMK yang ruang komputernya sudah nganggur.

”Kita atur pinjam ruang ujian ini di sekolah yang masih radius 5 km dari sekolah asal,” kata Erika. Sekolah tidak boleh memaksakan melaksanakan UNBK. Apalagi sampai memungut biaya pembelian unit komputer dari siswa.

Bagaimana dengan sekolah terpencil? Kembali pakai kertas. Naskah ujian akan dicetak di wilayah terdekat. Pencetakan di­lakukan sesuai dengan kebutuhan dan mepet dengan pelaksanaan ujian. Hal itu ditujukan untuk mencegah kebocoran. ”Kalau bisa beberapa hari sebelum ujian diselenggarakan,” katanya.

Pelaksanaan UNBK secara penuh akan menghemat uang negara untuk ongkos penggandaan sampai distribusi soal ujian. Ujian berbasis komputer juga mampu menekan potensi kecurangan.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menilai, pelaksanaan ujian dengan menumpang ke sekolah lain bukan hal yang sederhana. Selama ini memang ada sekolah yang menumpang. Tapi, jumlahnya sedikit. Yaitu, sekolah yang belum memiliki akreditasi.

Sekolah dengan jumlah siswa yang besar, sedangkan unit komputernya terbatas, pasti kewalahan melayani UNBK untuk murid sendiri. Apalagi jika harus melayani peserta unas dari sekolah lain.

Jumlah SMP jauh lebih banyak daripada SMA maupun SMK. Jadi, yang banyak numpang ujian adalah siswa SMP.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *