darikita.com, SUBANG – Dalam rangka menyambut bulan ramadan, Pemkab Subang menggelar acara tablig akbar di halaman kantor bupati, Rabu (3/6). Acara yang mengadirkan mubalig KH. Syarif Rahmat dari Pondok Pesantren Ulumul Quran Tangerang itu, digelar dengan tujuan tercapainya kabupaten sehat jasmani dan rohani sesuai program Gapura Seasi (sehat rapi dan indah).
Hadir dalam acara tersebut semua unsur Muspida, kepala dinas serta beberapa staf pemerintah dan tamu undangan lainnya. KH. Syarif Rahmat yang menyampaikan tausiah dan mengisi tablig akbar tersebut memberikan pesan tiga pokok dalam menjalani hidup. Yaitu untuk melakukan shalat di awal waktu, berbakti pada orang tua, berjihad di jalan yang benar dengan bertobat yang sungguh-sungguh.
“Saat ini banyak yang meminta segala hal kepada yang mengarah kemusyrikan, padahal kita memiliki kedua orang tua yakni ibu dan ayah yang harus dijadikan tempat beramal saleh. Ingat memuja itu jangan kepada berhala, tapi kepada orang tua. Selain itu kita harus selalu mengingat-Nya,” kata KH. Syarif Rahmat, Rabu (3/6).
Karena menurut KH. Syarif Rahmat, saat ini di seluruh wilayah termasuk di Subang banyak orang-orang yang berbondong-bondong meminta pertolongan selain kepada Allah. Hal itu tentunya akan menimbulkan kemusyrikan.
“Mau pejabat ataupun masyarakat, yuk sebelum bulan ramadan tiba, kita sama-sama memperbaik amalan kita. Jangan samapi salah jalan,” tuturnya.
Bupati Subang H. Ojang yang mengatakan dalam tablig akbar tersebut sengaja mengumpulkan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama bersyukur dan bersilaturahmi. Karena yang dibutuhkan oleh Subang bukan hanya pemimpin dan masyarakat yang maju, namun kebersamaan dengan silaturahmi. Karena silaturahmi adalah kunci keberhasilan Subang menjadi kabupaten yang baldatun toyibatun warobun gofur.
“Atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten Subang. Saya dan bu Imas meminta maaf, apabila dari program yang pemerintah canangkan semuanya belum sesuai dengan keinginan dan kemauan masyarakat. Jangan hanya saling menyalahkan salah satu pihak tapi harus bersama semangat membangun Subang, karena Ojang dan Imas bukan orang paling pintar dan bisa. Tapi mari bersam-sama membangun Subang,” katanya.













