banner

Sampai Jumpa di PON XX Papua

darikita 30 September 2016
vertical banner

Bandung – Kemeriahan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 berakhir, kemarin (29/9). Seiring dengan itu, pataka penyelenggaraan PON pun diserahterimakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe yang akan menjadi tuan rumah PON XX 2020 Papua.

Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Umum PB PON XIX/2016 Ahmad Heryawan mengakui, akui masih terdapat kekurangan pada penyelenggaraan PON.

”Namun satu hal yang dapat kami pastikan, bahwa keberhasilan penyelenggaraan PON XIX secara lancar, aman dan terkendali,” kata Heryawan dalam pidato resminya, kemarin.

Dia mengatakan, ada beberapa pertandingan yang sempat terkendala karena adanya protes dan riak-riak kecil. Namun, gesekan yang ada bisa segera terselesaikan. Dan seluruh pertandingan dapat dilanjutkan kembali hingga babak final.

Jika dikalkulasi, kata dia, dari 5.205 pertandingan yang berlangsung selama PON, tercatat ada 11 pertandingan yang sempat terkendala. ”Artinya hanya mencapai 0,2 persen yang bermasalah,” kata dia.

Kemudian jika diukur dari jumlah sengketa pertandingan yang diajukan kepada Dewan Hakim PB PON XIX, kata dia lagi, hanya mencapai sembilan perkara. ”Kasus yang ada, jauh menurun dari PON sebelumnya yang mencapai 21 perkara,” ujarnya.

Di balik riak-riak yang ada, indikator sukses prestasi tergambar dari jumlah rekor yang terpecahkan. Di antaranya, 89 rekor PON, 33 rekor nasional,  satu rekor Sea Games, 26 rekor Asia, dan lima rekor dunia.

”PON XIX ini lahir legenda-legenda baru olahragawan Indonesia. Seperti atlet renang Jawa Barat yang berhail meraih 8 medali emas, kemudian ada atlet-atlet yang telah 3 kali berturut-turut bahkan lebih berpartisipasi dan meraih medali emas pada ajang PON,” paparnya.

”Yang sangat membanggakan adalah lahirnya atlet-atlet remaja yang mampu menunjukkan prestasi gemilang, menerobos dominasi atlet-atlet senior di berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan,” tambahnya.

Untuk Anda
Terbaru