BANDUNG – Kekosongan kepemimpinan pasca-tangkap tangan KPK terhadap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, akan segera diisi.
Menanggapi hal itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono terkait pengisian kekosongan posisi Bupati sementara oleh Sekda Cirebon.
”Tadi juga pagi jam 07.00 (kemarin) sudah koordinasi dengan Dirjen Otda Pak Soni [Sumarsono] untuk segera mempersiapkan mengisi kekosongan sebelum ada pejabat bupati, yaitu Sekda sebagai Plh,” katanya di Gedung Sate, Bandung, kemarin (25/10).
Iwa mengatakan pihaknya sudah memerintahkan Biro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Jabar untuk menyiapkan formulir berita atau radiogram yang nanti akan dilaporkan kepada Gubernur Ridwan Kamil.
”Sambil juga kita mengusulkan penjabat bupati oleh Pak Gubernur. [Penjabat] Iya dari Pemprov salah satu pejabat tertinggi Pratama nanti Pak Gubenur yang mengusulkan [ke Mendagri],” ujarnya.
Pihaknya mengaku prihatin dengan penangkapan Sunjaya terkait dugaan jual beli jabatan. Pemprov menurutnya menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada KPK. ”Kepada ASN maupun non ASN untuk tetap tenang kondusif. Tingkatkan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhambat dan terganggu dengan adanya kejadian yang menimpa Pak Bupati,” tuturnya.
Menurutnya sesuai UU nomor 23 tahun 2016 tidak boleh ada kekosongan jabatan dalam roda pemerintahan. Hal ini karena posisi Sunjaya masih petaha, karena pelantikan dirinya sebagai kepala daerah terpilih baru akan dilakukan Juni 2019 mendatang.
”Ini akan kita laporkan ke Pak Gubernur,” katanya.
Iwa mengaku kasus jual beli jabatan diluar kendali Pemprov Jabar mengingat kejadiannya sangat spesifik.
”Karena kalau arahan dari kita sudah jelas, bahwa proses mutasi dan promosi itu ukurannya adalah kinerja, tingkat keterampilan, tingkat pendidikan dan sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengaku sudah mempersiapkan penggantinya. Disebabkan Wakil Bupati Cirebon Sully A Gantina telah mengundurkan diri karena maju sebagai calon anggota legislatif dan telah terdaftar di Daftar Calon Tetap untuk Dapil 8 Jawa Barat. Mendagri akhirnya menunjuk Sekretaris Daerah Cirebon Rachmat Soetrisno sebagai Pelaksana Tugas Bupati Cirebon.
”Sekdanya yang akan kami tunjuk sebagai Plt sampai berkekuatan hukum tetap. Karena pemerintahan jangan sampai kosong,” ujar Tjahjo di Jakarta, kemarin (25/10).
Dalam kesempatan itu, Tjahjo kembali menunjukkan keprihatinannya terhadap kasus hukum yang terus menjerat kepala daerah. Apalagi, dalam satu bulan ini sudah 3 kepala daerah yang bersentuhan dengan kasus korupsi. Terlebih lagi, lanjut Tjahjo Sunjaya merupakan doktor bidang ilmu pemerintahan ini justru terjaring tangkap tangan terkait dengan dugaan suap jual beli jabatan di wilayahnya.
“Saya kira aturan sudah ada kami tunggu saja hasilnya pemeriksaan daripada KPK. kalau hari ini ada pengumuman resmi KPK yang bersangkutan ditahan langsung kami sudah siapkan penggantinya,” pungkasnya.
Sementara itu, Aksi sujud syukur dilakukan H. Wama Sonjaya, Kakak dari Mantan Wakil Bupati Cirebon Tasliya Gotas pasca Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra ditangkap KPK, Kamis (25/10). Sujud syukur yang dilakukan Wama di depan Kantor Bupati Cirebon menyita perhatian awak media dan warga yang melintas.
Wama mengaku senang ketika mendengar Bupati Sunjaya ditangkap KPK karena kasus dugaan suap. Sunjaya dianggap semen-mena terhadap pegawai selama memimpin Kabupaten Cirebon. ”Saya pernah juga gak digaji ketika kerja di Ranggajati hingga radio milik pemerintah itu bangkrut. Semoga peristiwa ini (penangkapan KPK-red) membuat sadar bagi Sunjaya,” ungkap Wama usai melakukan sujud syukur.
Dirinya juga mengaku harus merasakan penderitaan adiknya Tasliya Gotas yang ditangkap karena menjadi korban dzolim. ”Biar merasakan juga (penderitaan ditahan red.),” kata Wama.
Wama terbersit melakukan sujud syukur setelah membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). (yan/fin/feb/rmol/ign)













