
Ilustrasi. Wali kota Bandung merancang sebuah sistem bahan pangan agar mengatasi masalah kelangkaan.
darikita.com, Pemerintah Kota Bandung beberapa pekan terakhir disibukkan dengan permasalahan sejumlah pedagang yang mogok. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, tengah mempersiapkan sistem baru guna mengontrol kebutuhan bahan pokok. Ia meyakini, sistem ini akan menjadikan solusi guna mengkontrol fluktuasi pasar.
“Kami tidak ingin Bandung terombang-ambing dinamika fluktuasi pasar yang tidak bisa dikontrol, di sana riweuh di bawah riweuh,” paparnya.
Ia pun menambahkan, sistem ini nantinya akan langsung berhubungan dengan para petani dan peternak. “MoU langsung dengan petani, peternak. Sehingga kalau terjadi goncangan-goncangan, kita bisa langsung ke produsennya. Kita memotong mata rantai yang terlalu berlebihan dan tidak bisa kita kontrol,” ujar Emil.
“Kami akan mempersiapkan sistem, Kota Bandung punya suplier daging ayam sendiri, daging sapi, daging bebek, beras dan pangan lainnya sehingga tidak akan ada kelangkaan karena sudah ada MoU,” lanjutnya.
Emil mengharapkan dengan adanya sistem ini, nantinya pasokan produsen bahan pangan mengantisipasi kelangkaan. Sistem ini pun mulai digarap tim Ketahanan dan Alumni ITB. “Tim Ketahanan Pangan dibantu Alumni ITB dibawah koordinasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diharapkan tidak ada lagi aksi mogok yang bikin riweuh,” paparnya. (Ravi/dk)













