banner

Tiga Bakal Calon Bersaing Ketat

darikita 17 Mei 2017
vertical banner

Sementara itu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat memastikan tidak akan gegabah memilih bakal calon Bupati periode 2018-2023. Hal itu karena PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab moral untuk memenangkan Pilkada 2018 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat Abubakar.

Menurut Abubakar, kendati saat ini banyak kader dari PDI Perjuangan yang sudah memperkenalkan diri kepada masyarakat, hal itu dipandang hal biasa sebagai cara untuk menaikan elektabilitas serta popularitas dihadapan masyarakat. “Sebagai ketua DPC, target saya mendapatkan tiket itu bukan untuk kalah tapi untuk menang. Makanya calon dari PDI juga harus yang memiliki elektabilitas baik,  serta tingkat kesukaan masyarakat. Karena ini akan berkaitan dengan tanggung jawab moral partai kami,” tegasnya.

Abubakar menambahkan, penetapan bakal calon Bupati dari PDI Perjuangan pada akhirnya akan diputuskan dari DPP. Diakuinya, DPC hanya mengantarkan para bakal calon Bupati setelah dilakukan seleksi di internal partai. “Di DPP nanti saya akan mempersentasikan calon Bupati yang terbaik, karena DPP juga memiliki kriteria dan ukuran yang pantas maju. Sejauh ini menurut saya ibu (Elin Suharliah,red) yang cukup baik dari elektabilitas dan tingkat kesukaan masyarakat. Apalagi, Ibu memiliki jaringan dan komunitas perempuan. Tapi, saya juga tidak akan egois, kalau memang peluang ibu tidak bagus, tentu tidak akan dipaksakan untuk maju,” tandasnya.
Seperti diketahui, persaingan untuk menjadi bakal calon Bupati melalui PDI Perjuangan semakin ketat. Sebut saja nama Elin Suharliah Abubakar,  istri dari Bupati Abubakar dan Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra yang memiliki pengalaman lama di dunia politik menjadi pesaing kuat, Aa Umbara. (drx/gun)

Untuk Anda
Terbaru