banner

UNBK Cirebon Kena Hack

darikita 6 April 2016
OKRI RIYANA/RADAR CIREBON IKUTI PERSAMAAN PENDIDIKAN: Salah seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kota Cirebon saat mengikuti Ujian Nasional kejar Paket C di ruang Pendidikan Lapas Kelas 1 Kota Cirebon, kemarin (4/4).
vertical banner

darikita.com, KEJAKSAN – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) rawan diserang hacker. Serangan hacker tersebut terjadi pada 22 Maret dan 2 April 2016. Beruntung gangguan dari pihak yang tidak bertanggungjawab itu berhasil diatasi tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Tapi kita masih khawatir ada serangan susulan. Situs resmi itu kan untuk mengambil dan mengirimkan soal UNBK dan UN kan masih berlangsung,” ujar Kepala SMAN 2 Kota Cirebon, Drs Totong Muslihat MM kemarin (5/4).

Serangan hacker, kata Totong, tidak hanya terjadi di SMAN 2. Dia juga mendengar masalah serupa di sekolah lain. Sebab, serangan ke websiteUNBK benar-benar membuat web tersebut tidak bisa diakses. Ketika web sudah tidak bisa diakses, siswa peserta UN tidak bisa log in menggunakan akun mereka. Secara otomatis, ujian pun tidak bisa dilakukan. ”Semoga semua lancar dan tidak ada hacker bisa menembus keamanan web lagi,” harapnya.

Tak hanya serangan hacker, keterbatasan komputer menjadi kendala tersendiri. Sedikitnya 398 siswa kelas XII mengikuti UNBK, sementara jumlah komputer yang digunakan untuk mengerjakan soal hanya ada 150 buah. Itupun 80 diantaranya laptop pinjaman dari orang tua siswa.

Persoalan lain di SMAN 2, ada siswa yang terdaftar masuk sesi pertama pagi hari justru muncul absensinya di sesi kedua atau siang hari. Karena muncul absensinya di sesi kedua, siswa diikutkan ke sesi tersebut. “Ini masalah-masalah yang harus diperbaiki ke depannya,” tukas dia.

UNBK terlihat lebih modern dengan komputerisasi. Namun, tetap saja ada celah untuk aksi contek menyontek. Atas hal itu, Totong memastikan soal antara satu dengan lainnya dalam satu ruangan berbeda-beda.

Setiap siswa memiliki user name dan password masing-masing. Lebih dari itu, dia selalu mengingatkan siswa yang mengikuti UNBK agar jangan sampai percaya jawaban dari luar maupun teman. “Soalnya beda, pasti jawabannya berbeda juga,” kata dia.

Sejak November 2015, siswa sudah diberikan pelatihan mengoperasikan komputer. Termasuk memberi pemahaman agar tidak melakukan aksi contek menyontek. Siswa harus percaya diri dan jujur, apalagi di unas tahun ini tidak ada istilah lulus atau tidak lulus.

Soal aksi contek menyontek, tidak dipungkiri bisa saja dilakukan siswa dengan memanfaatkan celah yang ada. Kendati demikian, Kepala SMAN 1 Kota Cirebon, Dr Nendi SPd MM yakin, mekanisme pembagian soal untuk setiap siswa sudah meminimalisasi upaya contek menyontek. “Sejak sosialisasi hingga pelaksanaan, 400 siswa juga sudah diberi pemahaman,” katanya.

Dari sisi teknis, dilakukan sinkronisasi exam browser. Aplikasi exam browser tersebut, merupakan perangkat lunak untuk dapat membuka soal UN. Proses UNBK dimulai dari pagi hari. Di mana, SMAN 1 mengunduh soal. Kemudian keluar token soal. Selanjutnya, siswa memasukan user name dan password masing-masing. ”Antara siswa soalnya pasti berbeda. Apalagi dalam satu ruangan, tidak bisa saling menyontek,” terangnya.

Saat soal selesai dikerjakan, sambung dia, wajib ada tanda di kanan bawah. Pembagian waktu tiga sesi itu mulai pagi pukul 07.30-09.30, siang pukul 10.30-12.30, sore mulai pukul 14.00-16.00. Pembagian tiga waktu itu, karena keterbatasan komputer.

Dari 400 siswa peserta UNBK SMAN 1, komputer yang dimiliki ada 140 buah. Seluruhnya menggunakan laptop. Alasannya karena lebih fleksibel dan irit listrik. UNBK merupakan tuntutan perkembangan zaman. Dengan sistem UNBK online ini, ucap Nendi, peluang tidak jujur sangat kecil. Karena satu sekolah dipastikan tidak ada soal yang sama antara satu peserta dengan lainnya. (ysf)

Sementara itu, Hingga tadi malam tidak terpantau adanya keluhan atau kicauan siswa di media massa bahwa soal ujian matematika kali ini susah sekali. Pun demikian pengakuan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno, tidak muncul suara siswa yang mengeluhkan soal ujian sulit-sulit. Termasuk mata ujian matematika kemarin.

Senin malam rasan-rasan ujian matematika sempat menjadi trending topic selama beberapa jam di Twitter. ’’Tidak ada siswa yang mengeluh kesulitan, bukan berarti standar soal ujiannya kami turunkan,’’ tandasnya Totok di kantor Kemendikbud kemarin. Dia menuturkan standar kualitas atau kesukaran soal unas tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Totok mengatakan pada 2014 lalu Kemendikbud memang sempat meningkatkan derajat kesulitan soal ujian. Selanjutnya derajat kesukaran ini dipertahankan sampai Unas 2016. Mantan kepala biro kepegawaian Kemendikbud itu menuturkan, format baru kisi-kisi unas ternyata sangat membantu siswa melahap soal ujian.

Menurut Totok kisi-kisi unas model lama begitu runcing. Hampir mendekati wujud butir soal ujian. Sehingga bimbingan belajar (bimbel) bisa membuat prediksi soal unas berdasarkan kisi-kisi tersebut.

Dengan model kisi-kisi unas yang baru itu, siswa mempelajari bahan pelajaran secara utuh dalam satu kurikulum penuh. Siswa tidak dibiasakan dengan belajar mengerjakan butir-butir soal ujian. Sehingga ketika ada pengubahan sedikit saja, siswa kebingungan.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Zainal Abidin Hasibuan menuturkan secara acak selama dua hari kemarin dia bertanya ke siswa tentang tingkat kesukaran soal ujian. ’’Siswa menunjukkan ekspresi yang santai. Tidak tegang,’’ kata kepala otoritas penyelenggara unas itu.

Zainal juga menegaskan tidak ada kebijakan menurunkan kualitas unas. Meskipun unas tidak menjadi penentu kelulusan, standar kualitasnnya tetap kita jaga. Revisi hanya dilakukan saat membuat kisi-kisi ujian saja. ’’Kisi-kisi unas sekarang dibuat agak melebar. Tidak membuat siswa learning to test tetapi learning to understanding,’’ kata pria yang akrab disapa Ucok itu.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam membeber perkembangan pelaskanaan unas hari kedua. Dia mengatakan pengaduan yang masuk ke mejanya kebanyakan berisi kata-kata positif. Meskipun begitu dia mengatakan ada sedikit gangguan di sejumlah sekolah di Bangka Balitung. Sehingga ada sekitar 40 anak di Bangka Belitung yang dipastikan menjalani ulangan susulan pekan depan.

’’Jangan dibayangkan mereka lantas stress karena ulangannya ditunda,’’ tutur Nizam. Dia mengatakan anak-anak itu malah mengaku senang, karena ada waktu lagi untuk belajar lebih dalam lagi. Guru besar Fakultas Teknik UGM itu menjelaskan ujian susulan bagi siswa yang mengalami kendala unas berbasis komputer (UNBK) diambil karena siswa tidak boleh dirugikan.

Dia juga menuturkan di Jakarta ada dua SMK yang komputernya mendadak logout sendiri. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata komputer itu logout otomatis karena lama dalam posisi diam tidak diotak-atik. ’’Mungkin ditinggal berdoa atau pengarahan-pengarahan,’’ jelas Nizam. Maslaah logout sendiri ini bisa diatasi dengan cara login kembali. (ysf/wan/rie)

Untuk Anda
Terbaru