banner

Unikop Bakal Gusur Unicorn

darikita 26 Februari 2019
vertical banner

JAKARTA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dalam kampanyenya di Bali akan mendorong Unicorn berbasis koperasi yang disebut Unikop atau Unico-op. Dengan kehadiran Unikop diharapkan mampu membangun valuasi saham basis koperasi hingga minimial Rp1 triliun.

Pengamat ekonomi, Suroto menilai, Unikop secara ide sangat mungkin dilaksanakan dengan basis platform koperasi. Jika berjalan dipastikan Unikop akan menggeser Unicorn.

“Ide ini juga kalau berjalan akan geser model Unicorn karena prinsip kerjanya itu berbeda dengan konsep pengejaran valuasi saham Unicorn,” ujar Suroto dalam keterangannya, Senin (25/2).

Menurut Suroto, Sifat dari Unicorn hanya ingin mengejar valuasi saham dan keuntungan. Sementara kalau Unikop itu akan mengejar manfaat bagi semua pihak, baik itu agen maupun user.

“Lebih unggul dari model Unicorn, konsep Unikop ini konsepnya kan multipihak. Tempatkan user atau agen dan bahkan konsumen secara setara karena kepemilikkan koperasi itu memang terbuka bagi semua orang,” tutur Suroto.

Suroto menjelaskan, konsep Unikop itu konsep people-driven karena tempatkan modal hanya sebagai pembantu bukan penentu. Berbeda dengan konsep monopoli Unicorn yang ada di tangan pemilik modal yang bersifat investor driven.

“Semua agen atau user bisa jadi pemilik dalam bisnis platform. Berbeda dengan konsep Unicorn yang mendorong monopoli dari pemilik saham. Bahkan tempatkan inventor-nya hanya sebagai icon dan sahamnya terus terdilusi, dicaplok oleh perusahaan venture capital-nya,” papar Suroto.

Secara regulasi, lanjut Suroto, pemerintah sangat mungkin untuk merealisasikanya. Bahkan tanpa harus menunggu disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

“Kalau mau bisa langsung merealisasikannya karena bisnis platform-platform anak negeri saat ini sudah banyak yang bisa diangkat,” kata Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) ini.

Regulasi yang dimaksud itu adalah Peraturan Pemerintah (PP) No. 33 Tahun 1998 Tentang Modal Penyertaan Koperasi yang juga memungkinkan adanya Modal Penyertaan dari Pemerintah.

“Ada banyak dampak positif yang bisa didapat dari konsep Unikop ini. Anak-anak muda tidak lagi menjadi ‘pemenang obsesif’ tapi menjadi lebih kolaboratif,” ucap Suroto.

Soal keamananan data pribadi, Suroto menegaskan, bahwa Unikop sangat aman karena dikendalikan oleh anggotanya, berbeda dengan Unicorn hanya dikendalikan satu orang alias pemilik perusahaan.

“Konsep bisnis platform itu kan hanya bisnis cangkang. Jadi sangat rentan sekali kalau konsepnya itu seperti pengejaran Unicorn seperti selama ini. Selain sangat rentan isu seperti kasus Bukalapak, juga sangat rentan bagi penggunaan data-data pribadi untuk kepentingan para pemilik modal. Kalau basis koperasi maka semua orang bisa ikut kendalikan kebijakan pengelolaan datanya,” jelas Suroto.

Suroto menambahkan, selama ini ada ribuan anak-anak muda kreatif yang telah jadi residu sosial dalam pengejaran Unicorn. Mereka itu sudah banyak yang babak belur.

“Bayangkan saja, dari ribuan bisnis platform yang ada hanya lahirkan tiga Unicorn. Lalu yang ribuan lainnya ke mana?,” tanya Suroto.

Jadi, Koperasi itu sebenarnya adalah konsep bisnis masa depan yang memungkinkan partisipasi semua orang. Koperasi itu konsep bisnis masa depan yang demokratis dan berkeadilan.

SebelumnyaSandiaga Uno mengunjungi Waterboom Wisata Trita Srinadi di Deda Gelgel, Klungkung, pada Sabtu (23/2) lalu. Tempat wisata itu adalah milik koperasi dengan skala usaha dengan nilai hingga Rp250 miliar.

Dalam kesempatan bertemu warga dan relawan pendukung Prabowo-Sandi, digunakan untuk memperkenalkan Unikop.

“Beruntung bisa hadir di koperasi Srinadi yang bisa jadi unikop. Kalau ada unicorn yaitu usaha rintisan dengan nilai valuasi minimal Rp1 triliun, unikop berarti koperasi yang memiliki nilai valuasi sampai Rp 1 triliun,” kata Sandi. (din/fin)

Untuk Anda
Terbaru