banner

Verifikasi Inovasi Jabar

darikita 12 Maret 2019
CICIPI KOPI KHAS JABAR: Sekda Jabar Iwa Karniwa, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi, Kepala Bapeda, dan Tim Penilaian dari Bappenas dan Tim Independen mendapat cenderamata berupa kopi asli Jabar dari Dinas Perkebunan untuk memperingati hari Kopi nasional yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2019.
vertical banner

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) saat ini sedang mengikuti penilaian penghargaan pembangunan daerah (PPD)

Ketua tim penilai dari Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas Pungkas Bahjuri Ali mengatakan, untuk penilaian pihaknya melibatkan juga tim independen dan tim teknis yang berasal dari akademisi Universitas Indonesia (UI).

Menurutnya, dalam penilai ada tiga indikakator di antaranya proses perencanaan, pecapaian dan inovasi-inovasi di daerah. Kemudian ketiganya itu nantinya akan dikombain dengan penilaian kulitatif dan Kuantatif.

’’Jabar sendiri saat ini sudah lolos dalam tahap pertama dan memasuki tahap kedua yang merupakan proses verifikasi. Kemudian akan masuk kedalam tahap ketiga yang merupakan penentuan dalam tahap wawancara yang nantinya akan diberikan berupa penghargaan hasil pembangunan dilihat dari hasil perencanaan berikut capaiannya,’’ jelas Pungkas ketika ditemui di kantor Bappeda Jabar kemarin. (12/2).

Dia mengatakan, berda­sarkan hasil tanya jawab dan verifikasi bersama OPD dan perwakilan daerah, secara umum sudah baik. Terutama dari inovasi-inovasinya. Hal ini, ka­rena Jabar sendiri adalah provinsi maju dari baik dari segi pendidikan dan kinerja aparatur dan war­ganya

’’Jadi Inovasi-Inovasinya ba­gus sekali yang tadi disampai­kan sehingga kita harus kawal, inovasi itu kan prosesnya dan hasilnya yang harus diketahui sehingga dapat diketahui ino­vasi tersebut berjalan dengan baik,”ucap dia.

Dia menilai, dalam me­buat inovasi sebetulnya ada juga yang tidak berhasil. Namun, hal ini tidak harus menjadi masalah asalkan proses itu ada.

Selain itu, berdasarkan ha­sil kajian pada saat perte­muan tadi, inovasi bukan saja diciptakan oleh Pemprov Jabar. Tapi, hampir seluruh Kabupaten/Kota, dinas, dan desa memiliki inovasi. Se­hingga harus didukung oleh semua pihak.

’’Jadi kalau tidak ada Ino­vasi maka tidak ada layanan baru,”kata dia.

Pungkas menambahkan, untuk keputusan penilaian sendiri nantinya akan diu­mumkan pada April pada saat Musrembangnas bersama Presiden RI. Sedangkabn pro­ses seleksi akan dilakukan beberapa minggu lagi. Dan untuk yang nanti lolos akan dipanggi ke pusat untuk wa­wancara.

’’Berikut juga untuk Inovasi kabupaten/Kota. Kita secara paralel terus melakukan me­nyaringan oleh tim penilai,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bap­peda Jar M Taufik Budi San­toso mengatakan, inovasi yang dimiliki Provinsi jabar ada 37 yang merupakan program juara Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Dia menilai, Pada Inovasi tersebut ada cara pandang baru dalam mensyusun pe­rencanaan, salah satunya dengan menerapkan Pentha­helix yaitu, kerterlibatan dari pihak akademisi, para pelaku bisnis, komunitas dan pihak lainnya.

’’Itu menjadi bagian penting dalam pengembangan Inovasi,”kata dia.

Selain itu, Inovasi juga bisa dengan melakukan kolabo­rasi pendanaan. Dan yang suda dirasakan manfaatnya seperti pembangunan Ban­dara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Taufik menuturkan, inovasi sebetulnya sarana untuk mem­berikan pelayanan lebih baik. Sehingga kedepan bisa mengimbangi perubahan yang dinamis.

’’Pa gubenur kan sudah me­minta bahwa saat ini pemerin­tahan kita sudah Dinamic Govermen artinya kita harus beradaptasi dengan kebutu­han,” kata dia.

Di era industrialisasi sekarang pemerintahan harus sudah bisa menyesuaikan per­kembangan teknologi digital, seperti Aplikasi, Digitalisasi adalah bagian dari proses Inovasi aplikasi yang kita la­kukan.

’’Jadi ada tiga kelompok yaitu bagaimana kita menyi­apkan aplikas, menyiapkan permodelan, dan ketika me­nyiapkan simulasi.Jadi ketiga itu adalah bagian dari layanan inovasi pemprov Jabar,” ucap dia. (yan)

Disinggung mengenai apa­kah peluang lolos oleh tim penilai, dia meyakini inovasi-inovasi yang jadi unggulan pemprov Jabar seperti pembangunan desa One Vil­lage one Company, One Pe­santren One Produk, Desa Digital, yang termasuk keda­lam 37 Inovasi lainnya dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jabar. Namun, untuk penilaian harus diserahkan sepenuhnya kepada tim eva­luasi.

’’Tahap pertama sudah kita lalui jadi kita menunggu saja, dan kita sudah menyampaikan dan tim penilaian ini besok ren­cananya akan melihat BIJB un­tuk memverifikasi ke lapangan langsung,” pungkas Taufik. (yan)

Untuk Anda
Terbaru