Menurut dia, hingga saat ini belum ada laporan dari masing-masing SKPD terkait serangan virus yang membuat data langsung hilang tersebut.
Meski demikian pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh SKPD agar langsung bergerak cepat dan meminta melakukan backup data.
“Ketika ada pemberitaan soal virus tersebut, saya langsung memberikan imbauan ke setiap SKPD agar melakukan backup data agar data-data bisa aman,” katanya.
Menurut Ludi, sejak ada informasi terkait serangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI langsung membuat surat imbauan khusus agar masyarakat berhati-hati.
Adapun menurutnya sebagian besar instansi di di KBB kebanyakan menggunakan linux. Hanya sedikit yang memakai perangkat Windows.
“Virus tersebut menyerang aplikasi komputer dengan sistem Windows. Kami juga sarankan agar SKPD, untuk meningkatkan patch terbarunya,” jelasnya. (drx/yan)













