
Ilustrasi. Seorang mekanik listrik sedang memasang lampu pada PJU Jalan Braga. Setelah dipercantik oleh Pemkot Bandung, kawasan ini jadi magnet. Namun ada saja aksi nakal, yang mencuri patung maung, tepat diatas PJU.
darikita.com, Kawasan Asia Afrika menjadi primadona bagi para wisatawan. Tak berlebihan memang, pasalanya sejauh mata memandang selalu saja ada pengunjung disana. Selalu ramai dari pagi hingga malam. Namun ada sebuah kejadian yang memilukan sekaligus gemas. Ada tangan-tangan jahil yang mencuri ornamen maung. Tepat berada pada PJU sepanjang jalan Braga.
Seperti yang dikutip dari inilahkoran.com sudah 12 patung, digondol maling. Padahal maung tersebut merupakan ikon kota Bandung. Pihak Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung menyayangkan hal tersebut. Padahal patung itu sudah dibuat secara khusus dan dipasang permanen. “Lokasinya di Jalan Braga, semua dipatahkan secara paksa karena ada sisa-sisa patahan kaki patung,” ujar Kepala Bidang Pengadaan Bahan dan PJU DBMP Kota Bandung Rosyidi Santono.
Pencurian ikon Bandung ini, disinyalir beraksi pada setelah lebaran. Adapun sembilan tiang penyangga lampu PJU plus lampu jenis cempor dan dudukan pot bunga yang juga hilang. “Tiang penyangga lampu jenis cempor juga sebagian hilang. Satu tiang PJU itu hilang tiga, jadi totalnya sembilan tiang penyangga berikut lampunya juga hilang. Belum lagi pot bunga yang di atas itu, itu hilang juga,” paparnya.
Rosyidi dan pihaknya dengan sigap langsung mengganti beberapa barang yang dicuri. Namun untuk patung, masih belum juga karena harus dipesan secara khusus. “Semua sudah kita ganti dengan unit baru. Tetapi untuk patung, agak sulit. Karena patung Maung Bandung kita pesan secara khusus di Yogyakarta,” jelasnya.
“Saya tidak habis pikir, padahal patung itu berada di atas tiang yang paling tinggi. Kita juga tidak bisa langsung ganti karena harus dipesan secara khusus,” pungkas Rosyidi.
Dengan menggandeng kepolisian dan aparat kewilayahan, ia berharap agar tidak ada lagi hal seperti ini. Ditambah lagi, warga untuk turut menjaga fasilitas publik yang telah diperncatik oleh Pemkot Bandung. “Saya tidak habis pikir, padahal patung itu berada di atas tiang yang paling tinggi. Kita juga tidak bisa langsung ganti karena harus dipesan secara khusus,” tutupnya. (Ravi/dk)













