banner

Target Akseptor MOP 15 Kecamatan

darikita 16 Februari 2017
IGUN RUCHIYAT/BANDUNG EKSPRES TERGOLEK: Salah satu pasien MOW tengah dipapah petugas usai pelksanaan MOW di RS Sulaiman Margahayu, Selasa (14/2).
vertical banner

darikita.com, SOREANG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung bekerjasama dengan Tim dokter dari RSAU Dr. M. Salamun dan BKKBN menyelenggarakan Pelayanan KB MOP (Metoda Operasi Pria) dan MOW (Metoda Operaasi Wanita) tanpa dipungut biaya yang terpusat di Lanud Sulaiman Kecamatan Margahayu, Selasa (14/2).

Maksud dan tujuan pelayanan KB MOP dan MOW ini adalah untuk menekan angka kelahiran, menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan mengendalikan jumlah penduduk di Kabupaten Bandung yang saat ini sudah mencapai angka 3,5 juta jiwa.

Target awal atau PPM (Perkiraan Permintaan Masyarakat) yang dicanangkan DPKBP3A pada pelayanan kali ini adalah 50 akseptor untuk MOP (vasektomi) dan 150 akseptor untuk MOW (tubektomi). Sementara itu peserta yang mendaftar saat berita ini diturunkan adalah 15 akseptor MOP dan 106 akseptor MOW, hal ini dimungkinkan kurangnya informasi dan sosialisasi.

Akseptor yang menjadi target pelayanan berasal dari 15 kecamatan wilayah barat Kabupaten Bandung yaitu Kecamatan Banjaran, Cimaung, Pangalengan, Arjasari, Cangkuang, Rancabali, Ciwidey, Pasirjambu, Soreang, Kutawaringin, Margahayu, Katapang, Dayeuhkolot, Pacet dan Ciparay. Sementara untuk wilayah Timur diselenggarakan pada kegiatan pelayanan berikutnya yang akan dipusatkan di Rumah Sakit AMC (Annisa Medical Center) Cileunyi.

Menurut Kepala Bidang KB DP2KBP3A Kabupaten Bandung, M. Wahyudin, S.E., para peserta harus memenuhi beberapa persyaratan sebelum mendapatkan pelayanan KB MOP dan MOW ini. “Secara umum setiap calon peserta harus secara sukarela tanpa paksaan menerima pelayanan ini, memiliki minimal 2 anak dan tidak mempunyai anak di bawah lima tahun (balita), dan yang ketiga harus sehat oleh karenanya harus diperiksa terlebih dahulu di Puskesmas atau Rumah Sakit,” kata M. Wahyudin.

Untuk Anda
Terbaru