banner

Target Akseptor MOP 15 Kecamatan

darikita 16 Februari 2017
IGUN RUCHIYAT/BANDUNG EKSPRES TERGOLEK: Salah satu pasien MOW tengah dipapah petugas usai pelksanaan MOW di RS Sulaiman Margahayu, Selasa (14/2).
vertical banner

Pelayanan KB MOP dan MOW tidak diperuntukkan bagi wanita hamil atau sudah terdeteksi kehamilannya, penderita tekanan darah tinggi, penderita diabetes, penderita penyakit jantung, penderita penyakit paru-paru, penderita hernia, penderita anemia berat dan yang terakhir yang belum memberikan persetujuan secara tertulis.

Kontrasepsi mantap (kontap) MOP dan MOW ini memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Secara umum keuntungannya adalah lebih aman karena keluhan lebih sedikit dibanding alat kontrasepsi lainnya, lebih praktis karena hanya memerlukan satu kali tindakan saja, lebih efektif karena tingkat kegagalannya sangat kecil serta lebih ekonomis karena memerlukan biaya untuk satu kali tindakan saja. Sedangkan kerugiannya hanya bersifat jangka pendek yaitu rasa sakit dan tidak nyaman pasca operasi.

“Tidak ada efek samping jangka panjang setelah dioperasi dan juga tidak akan mengganggu hubungan seksual suami istri,” jelas Wahyudin ketika ditanyakan tentang berbagai anggapan masyarakat mengenai MOP dan MOW.

Erna, 43, warga Pangauban Kecamatan Pacet mengatakan ia mengetahui adanya pelayanan gratis ini dari kader penyuluh KB dimana ia berdomisili. Mulanya Erna, atas ijin suaminya, sudah mantap menjadi akseptor KB MOW akan tetapi tidak memiliki biaya. “Saya sudah menunggu pelayanan ini dan menanyakan pada kader, soalnya kalau di rumah sakit biayanya mahal,” kata Erna.

Erna hanya salah satu dari sekian banyak akseptor KB yang memilih alat kontrasepsi ini, menurutnya MOW cara yang efektif untuk mencegah kehamilan. “Saya dan suami sudah mantap memilih MOW mengingat usia saya kalau hamil lagi resikonya tinggi,” pungkas Erna.(gun/ign)

Untuk Anda
Terbaru