
SULIT AIR: Sarmanah tengah mencuci piring di toilet umum, Sabtu (19/9). Toilet ini dipakai oleh ratusan warga lainnya untuk membersihkan dan mencuci berbagai pakaian dan barang kotor.
darikita.com, BANDUNG WETAN – Ratusan warga di Jalan Lingga Kencana, Gang Pangumbahan II, RW 16 dan 17 masih menggunakan dua buah toilet umum sebagai fasilitas mandi, mencuci, dan berbagai kebutuhan kebersihan lainnya. Masalah kekeringan dan keterbatasan sumber air di kawasan tersebut semakin membuat warga kesulitan untuk menggunakan air bersih..
Ketua RT 04/17 Rahmat Sumarna mengatakan, setiap harinya, warga di dua RW harus mengantri untuk menggunakan toilet umum. Kondisi ini diperparah dengan kemarau yang berkepanjangan. ’’Udah biasa, kalau maghrib dan subuh suka udah pada ngantri, gantian untuk yang laki-laki ada dan khusus untuk perempuan, ruangannya lebih besar. Karena banyak yang nyuci juga,” kata Rahmat, kemarin (19/9).
Hingga saat ini, air yang dipakai oleh warga merupakan air dari sumur gali dan dipakai secara bersama-sama. Toilet luas keseluruhan 3×4 meter menjadi fasilitas utama warga di kawasan tersebut. Kebanyakan perempuan kerap kali mengefisiensikan waktu dengan memakai toilet secara bersama-sama. ’’Ini juga soal bantuan PIPPK (Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan) belum turun, itu kelurahan yang atur. Kadang malah ke perbaikan jalan, ada roda angkut sampah PIPPK juga yang diwajibkan setiap wilayah punya, gak masuk gang (tidak terpakai),’’ ujar dia.
Menurutnya, sejak musim kemarau panjang melanda, pada waktu-waktu tertentu warga sering kali antri untuk mandi atau mencuci pakaian di toilet umum yang letaknya berada di perbatasan RT 03, RT 04/17. Sehingga, toilet tersebut sudah menjadi tempat memenuhi kebutuhan air sebagian besar masyarakat. ’’Tempatnya strategis, dan airnya yang selalu ada menjadi alasan warga pasti kesana terus. Selain itu, sebagian besar warga memang tidak memiliki kamar mandi dan air untuk mencuci atau mandi,” jelas dia.
Dirinya mengaku yang menggunakan toilet umum ini tidak hanya warga RT 03. Namun, sejumlah warga RT 04 memanfaatkan toilet umum yang berada tepat di atas aliran sungai tersebut. Sehingga, menyebabkan antrian pada waktu-waktu tertentu. ’’Kalau antri itu pas pagi-pagi, anak-anak pada mau berangkat sekolah mandi disana. Sama sore juga suka rame yang nyuci baju atau mandi disana,’’ sahut dia.
Toilet umum yang sudah sejak lama digunakan warga sekitar tidak tersentuh oleh perbaikan dari pemerintah. Sehingga, kondisinya saat ini terbilang cukup mengkhawatirkan.
Dirinya berharap adanya bantuan dari pemerintah berupa pembuatan sejumlah toilet umum tambahan bagi warga sekitar. Sehingga, warga tidak perlu harus antri panjang untuk mandi ataupun mencuci pakaian.
Sementara itu, salah satu warga RT 3/17, Sarmanah menjelaskan, MCK ini memang sudah digunakan oleh warga sekitar sejak lama. ’’Nyuci disini, mandi di sini, soalnya emang enggak punya air di rumah,’’ kata dia.
Sumarnah menuturkan, sejak 2004 sudah mengambil air di toilet tersebut. Tiap harinya banyak warga yang berbondong-bondong untuk memanfaatkan toilet umum ini. Bahkan, terkadang dirinya harus rela antri untuk menggunakan toilet umum. (fie/vil)













