Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Sabtu, 7 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Stunting Meningkat, Ambu Ancam Pecat Kapus

Oleh • 26 November 2018 • 10:40

PURWAKARTA – Terkait maraknya kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Purwakarta baru-baru ini. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, ancam copot para kepala Puskesmas di wilayah tersebut.

”Jika jumlah penderita stunting ini meningkat maka saya akan copot kepala puskesmasnya. Begitupun jika angka kematian ibu dan anak saat melahirkan meningkat. Maka saya pun akan langsung copot jabatan kepala puskesmasnya,” kata Anne dalam siaran persnya kemarin (25/11).

Menurut Anne pakta integritas pun akan segera dibuat agar imbauan ini bukan ancaman gertak sambal semata. Sehingga dalam waktu kurang dari seminggu, Anne berjanji akan mengumpulkan para kepala puskesmas se Purwakarta.

Tak hanya itu, Anne pun mengingatkan kepada para ke­pala puskesmas untuk me­layani masyarakat sebaik-baiknya. Jangan sampai ada lagi laporan dari masyarakat Purwakarta mengenai pe­layanan yang berbelit-belit dan sulit.

”Kita sudah bantu masyara­kat dengan fasilitas dokter dan bidan online, tetapi jika pus­kesmasnya buruk buat apa. Terutama dalam masalah pelayanan kepada masyarakat, semua harus dipermudah. Seperti diketahui, pelayanan kesehatan di Purwakarta kan gratis,” katanya menegaskan.

Sehingga, baik dinas keseha­tan, puskesmas ataupun dinas-dinas terkait harus bekerjasama. Tentunya demi keberlangs­ungan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit-penyakit. Khususnya penyakit yang menyerang ibu dan anak.

”Apalagi yang bisa menyebab­kan kematian ibu dan anak. Saya tidak mau tahu, pokoknya kinerja dari lembaga-lemba­ga kesehatan di Purwakarta harus maksimal. Kalau ada keluhan mengenai kekurang­an anggaran atau fasilitas tinggal hubungi saya. Yang penting warga Purwakarta kesehatannya baik,” ujarnya.

Selain itu dalam fakta inte­gritas tersebut, Anne pun menyelipkan aturan khusus bagi para kepala puskesmas ini. Yaitu para kepala puske­smas wajib memiliki gelar MARS (Manajemen Rumah Sakit) demi menunjang penyerapan anggaran.

”Anggaran kesehatan ba­nyak yang tidak terserap aki­bat kurangnya pengalaman manajerial kepala puskesmas. Sehingga perlu kemampuan khusus bagi para anggota puskesmas ini agar bisa mam­pu mengoptimalkan angga­ran kesehatan. Khususnya di Purwakarta,” katanya menam­bahkan.

Selain itu Anne pun mem­berikan aturan khusus ke­pada mereka yang sehari-hari bergelut dalam bidang kesehatan di Purwakarta. Aturan ini isinya adalah la­rangan untuk merokok, baik bagi pegawai dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit dan lainnya.

”Masa yang kerja di bidang kesehatan malah merokok. Mana contohnya bagi masy­arakat, pokoknya mulai detik ini para pegawai yang ada di bidang kesehatan jangan sam­pai merokok. Kalau merokok tentu akan kami sangsi dengan sangsi yang berat,” ucapnya.

Oleh karena itu, Anne ber­harap dengan pakta integritas dan larangan merokok ini, masyarakat Purwakarta bisa lebih terjamin kesehatannya. Selain itu nantinya dokter, bidan dan perawat di Purwa­karta bisa dicontoh pola hidup sehatnya oleh masyarakat.

”Jadikanlah Purwakarta ka­bupaten yang penuh kepedu­lian terhadap bidang kesehatan. Meski saat ini secara umum sudah baik, namun kinerja dari Dinas Kesehatan perlu diperbaiki,” ucapnya. (*/feb/ign)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *