BANDUNG – Masjid Raya Provinsi Jawa Barat ‘Al Jabbar’ yang belokasi di kawasan Gedebage rencanannya ditargetkan selesai 2 atau 3 tahun lagi.
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan, masjid Al Jabbar nantinya akan menjadi masjid kebanggaan masyarakat dan akan menjadi tempat wisata religi.
”Insya Allah, selesai dua atau tiga tahun lagi Masjid Raya Al Jabbar, mohon doanya,” kata Emil seusai melaksanakan Subuh Berjamaah di Masjid Raya Sumatera Barat, Kota Padang, Kamis (21/2).
Dia mengatakan, masjid Al Jabbar nantinya akan dilengkapi dengan danau buatan. Sehingga, mesjid ini akan terlihat mengapung di atas air.
Selain sebagai estetika, danau kecil tersebut mempunyai tiga fungsi ekologis diantaranya sebagai pengendali banjir, sumber air minum, dan konservasi air untuk habitat yang ada di sekitar masjid.
Dia menuturkan, danau kecil tersebut memang bagian dari master plan proyek Masjid Al Jabbar sejak awal.
”Jadi, selain tambahan estetika di master plan masjidnya, tiga fungsi ekologis dan enginering itu akan menjadi solusi mengatasi masalah ekologi di lingkungan,” kata Emil.
Masjid yang atapnya akan dilengkapi kaca berwarna-warni ini, hingga hari ini progres pengerjaan lantai shalat sudah selesai secara struktur.
Dia menambahkan, pihaknya tidak ingin terburu-buru menyelesaikan masjid ini karena ingin memberikan sebuah karya luar biasa. Sebab, diharapkan bisa menjadi representasi Provinsi Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia.
’’Masjid al Jabbar nanti harus terlihat megah dan berada ditengah danau buatan yang sudah dirancang sejak awal,”kata dia.
Sementara itu sebelumnya, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Pemprov Jabar Eddy Iskandar Muda Nasution menyatakan progres pembangunan Masjid Al Jabbar di Gede Bage telah mendekati 80 persen. Proyek tersebut ditargetkan bisa selesai 2020 mendatang.
”Sekarang lagi penyelesaian bagian atap dan menara. Atap dan menara itu ditargetkan selesai akhir Februari. Sekarang secara total (progresnya) mendekati 80 persen,” kata dia.
Eddy menyebutkan, pada tahun ini menyiapkan anggaran Rp 90 miliar untuk melanjutkan pembangunan masjid tersebut. Dana itu akan digunakan untuk memasang plafon, listrik dan pengerjaan lainnya.
”Tahun ini tambahan untuk pembangunan itu Rp90 miliar. Itu diluncurkan kemarin Rp90 miliar untuk plafon sama listrik,” katanya.
Dia melanjutkan, sampai sekarang Pemprov Jabar telah menggelontorkan anggaran Rp500 miliar. Dia memperkirakan pembangunan itu dibutuhkan anggaran hingga Rp800 miliar.
”Kira-kira kalau sekarang itu Rp500 miliar. Nanti totalnya itu Rp800 miliar. Jadi diperkirakan baru 2020 selesai,” katanya.(mg2/yan)













