banner

Ciptakan Aplikasi Anti Begal

darikita 2 Februari 2016
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES TUNJUKAN KARYA: Siswa menunjukan perangkat motor yang bisa dikendalikan melalui aplikasi android di SMK Negeri 8 Bandung, Jalan Kliningan, Buah Batu, Kota Bandung, Senin (1/2)Ap
vertical banner

BERBAGAI karya diciptakan siswa SMKN 8 Bandung. Salah satunya, aplikasi PIN 01 yang digunakan untuk mencegah begal. Aplikasi tersebut dipasang pada kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Menurut Kepala Sekolah SMK 8 Bandung Euis Purnana, aplikasi dibuat saat boomingdengan begal. ”Komponen utamanya mikrokontrol disambungkan melaluibluetooth. Kalau motor dibegal, dan si pemilik menekan aplikasi yang ada, nantinya bisa mematikan kendaraan dengan sendirinya,” katanya kepadaBandung Ekspres di SMKN 8 Bandung kemarin (1/2).

Dia menjelaskan, aplikasi dibuat hanya ponsel yang berbasis android hanya bisa digunakan untuk satu kendaraan saja. Sehingga aplikasi digunakan hanya untuk si pemilik kendaraan. Lalu menggunakan sensor sidik jari. Jarak motor bisa dimatikan dengan sambungan bluetooth sekitar 100 meter. Sementara dengan wifi sekitar 500 meter. ”Untuk GPRS sendiri masih belum mencoba,” katanya.

Selain aplikasi anti begal, ada juga kendaraan berbasis gas. Menurut salah satu siswa SMK 8 Bandung, Fadli Ismaya, kendaraan yang diberi nama buggy car tersebut tetap menggunakan bensin. ”Perbandingan bensin dan gasnya sekitar 2:1. Dua kilogram gas dan satu liter bensin,” katanya.

Perbandingan tersebut ternyata membuat hemat kendaraan. Jarak tempuh lebih dari 300 kilometer dalam dua minggu hanya membutuhkan sekitar 3 kilo gas dan bensin hanya1,5 liter. Penggunaan bensin dirancang hanya untuk starter mesin saja. Setelah itu mobil akan otomatis menggunakan gas.

Diakui olehnya, inovasi tersebut dirancang untuk mengantisipasi naiknya Bahan Bakar Minya (BBM) naik. Untuk pembuatannya sendiri memakan waktu 6 bulan. Saat ini SMKN 8 Bandung sudah membuat tiga buah mobil. Satu diantaranya sudah dijual ke Medan. ”Semua rangka dan mesin merupakan hasil karya dari SMKN 8 Bandung,” katanya.

Untuk pembuatan mobil sendiri dilakukam ketika ada yang memasannya. Menurutnya, mobil dirancang hanya untuk off road saja degan keadaan lingkungan berpasir. Mengenai harga mobil ditaksir mulai dari Rp 50 juta – Rp 75 juta. ”Mobil dibuat sekitar tahun 2012-2013 dengan melibatkan semua siswa dan guru,” pungkasnya. (*/fik)

Untuk Anda
Terbaru