
PERLUAS JARINGAN: Dengan pembangunan Tol Seroja dinilai akan makin membuka jalur perekonomian Kabupaten Bandung.
darikita.com, SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung sangat mengapresiasi pada 1.049 warga pemilik lahan yang telah rela melepaskan tanahnya untuk dibebaskan demi pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja). Untuk mengapreasi hal itu, bupati pun akhirnya memberika piagam penghargaan di samping uang ganti rugi yang telah disepakati kedua belahpihak.
Kompensasi dan pemberian piagam pada 1.049 warga Kecamatan Margaasih, Kutawaringin, Soreang dan Katapang itu dilakukan di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS) Soreang, Senin (7/9).
Selain kepada warga, penghargaan yang sama juga diserahkan kepada 94 petugas yang tergabung dalam Satgas (Satuan Tugas) pembebasan jalan tol tersebut. ”Mereka layak memperoleh penghargaan. Sebab, dinilai turut berjasa kepada negara demi terwujudnya jalan Tol Soroja yang kelak akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi khususnya di Kabupaten Bandung,” ucap Dadang usai memberi penghargan.
Dengan tersedianya jalan Tol Soroja, menurut Dadang akan lebih memudahkan bagi warga Kabupaten Bandung dalam menjalankan aktivitasnya. Sebagai pusat ibu kota Kabupaten Bandung, Soreang selama ini dianggap sebagai ’’kota nyingcet’’ karena tidak memiliki jalan nasional. ”Kelak setelah tol Soroja terwujud, Soreang akan menjadi kota pangjugjugan balarea,” tambahnya.
Dia menjelaskan, pemerintah sengaja membangun jalan tol Soroja. Sebab ada dua hal penting. Di antaranya, Kabupaten Bandung merupakan pusat industri tekstil dan manufaktur, di samping sebagai pemasok susu terbesar di tingkat nasional. Selain itu, trase Tol Soroja tidak jauh dengan lokasi kawasan industri Katapang, Margaasih dan Dayeuhkolot.
”Ditambah pula jalur Tol Soroja akan lebih memudahkan bagi pengembangan pariwisata di Bandung Selatan,” jelas Dadang.
Diungkapkannya, ground breaking dimulainya pembangunan Tol Soroja dijadwalkan berlangsung 10 September 2015 mendatang yang dipusatkan di seputar Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin. Tol sepanjang 10,6 km tersebut ditargetkan selesai dalam jangka waktu 9 bulan. Sehingga dalam pembukaan PON XIX yang rencananya akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Tol Soroja sudah bisa digunakan.
”Tadinya akan dilaksanakan tanggal 9, tapi disesuaikan lagi dengan jadwal dari kementrian PU. Itupun kita masih menyesuaikan jamnya karena tanggal sepuluh kan ada pertandingan Persib di Jalak Harupat. Dikhawatirkan akan terhambat karena banyaknya suporter yang akan menyaksikan pertandingan,” papar Dadang.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Sekda Kabupaten Bandung Achmad Kosasih mengatakan dari data yang ada, lahan milik warga yang hingga saat ini telah dibebaskan seluas 1.073.777 m2 yang meliputi 1.647 bidang. Lahan tersebut tersebar di Desa Margaasih, Nanjung, Cigondewah Hilir, Mekarrahayu dan Desa Rahayu (Kecamatan Margaasih), Desa Pameuntasan Kopo (Kecamatan Kutawaringin), Desa Katapang (Kecamatan Katapang) dan Desa Parungserab, Pamekaran, Sekarwangi (Kecamatan Soreang).
Sisa yang belum terbebaskan adalah sekitar 84.702 m2, dengan demikian lahan yang sudah terbebaskan telah mencapai 92,69 persen. ”lahan yang belum terbebaskan tinggal menunggu pemberkasan, mengingat dana untuk pembebasannya sudah tersedia sesuai dengan kesepakatan,” kata Achmad. (mg15/rie)













