banner

Bandung Sarang Teroris

darikita 13 Januari 2016
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES SITA BARANG BUKTI: Tim Densus 88 dibantu Unit Jibom Polda Jabar, Polres Bandung dan Polrestabes Bandung melakukan penggeledahan terhadap rumah kediaman terduga teroris di Bojong Malaka Indah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, kemarin (12/1). Tim gabungan menyita sejumlah barang bukti terkait keterlibatan terduga dengan ISIS
vertical banner
Tim Gabungan Temukan Atribut Isis

darikita.com, Belakangan, muncul kesan jika Bandung Raya menjadi sarang teroris. Bagaimana tidak, dalam beberapa hari ini saja, tim gabungan Unit Jibom, Densus 88, Polda Jabar, Polrestabes dan Polres Bandung melakukan peggeledahan ke-6 kalinya, kemarin (12/1).

Kali ini penggeledahan dilakukan di rumah FRR, 20, alias Usaid, di Komplek Perumahan Bojongmalaka Indah (BMI) B 3 nomor 35 Desa Bojongmalaka Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Usaid merupakan Mahasiswa Al Imarot Kota Bandung semester 5 Fakultas bahasa Arab. Dia ditangkap pada Senin (11/1) sekitar pukul 15.50, di depan Yayasan Dapur Yatim Kampung Kerenceng Desa Bojongmalaka Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.

Praktis, ratusan warga digemparkan atas penggeledahan tersebut. Mereka berbondong-bondong berkumpul di sekitar lokasi yang dibatasi garis polisi. Mereka terus menerus membicarakan mengenai keluarga yang tinggal di rumah tersebut.

Dari pantauan kemarin, anggota dari Unit Jibom Polda Jabar dan Inafis Polres Bandung pun memasuki rumah tersebut. Mereka menggeledah seluruh rumah Usaid, termasuk di balkon atas rumah. Aksi ini mendapat perhatian banyak warga sekitar, menjadi bahan pembicaraan sampai objek berfoto warga perumahan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistio Pudjo mengatakan, pihak kepolisian yang terdiri dari Densus 88, Polda Jabar, Polrestabes Bandung dan Polres Bandung menyita sejumlah barang dari kediaman Usaid, yang merupakan terduga jaringan teroris kelompok Solo dan Bekasi. Namun, pihaknya belum merilis berbagai jenis barang yang diamankan.

”Memang ada sejumlah barang yang dibawa dari rumah itu. Tapi, saya belum bisa sebutkan jenis-jenisnya. Sebab, kami akan melakukan klarifikasi dan filterasi dulu,” papar Sulistio di Perumahan BMI, kemarin (12/1).

”Yang jelas ada banyak barang milik terduga ini yang kami amankan,” tambahnya.

Sulistio menyebutkan, penggeledahan di rumah tersebut masih berkaitan tiga orang terduga teroris yang sebelumnya ditangkap di Jakarta, Cimaung dan Ciwidey Kabupaten Bandung. Benang merahnya: kelompok teroris Solo dan Bekasi.

”Terduga yang rumahnya hari ini kami geledah berusia sekitar 19 tahun, jenis kelamin laki-laki. Dan penggeledahan ini juga masih rangkaian dari TKP penggeledahan sebelumnya di sebuah yayasan yatim piatu yang masih satu desa,” tuturnya.

Terduga Usaid ini, tutur Sulistio, merupakan salah seorang pekerja di rumah yatim tersebut. Dia juga tercatat sebagai salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung.

”Mengenai peran dari terduga ini masih kami dalami. Pendalaman melalui bukti-bukti, kalau secara digital dan bagaimana hubungan dia ini dengan teman-temannya. Total terduga yang telah diamankan di Polrestabes sebanyak empat orang dari Jakarta dan Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Sulistio mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penggeledahan di enam tempat berbeda. Yakni di Jakarta, Ciwidey, Cimaung, Pangalengan dan dua rumah di wilayah Baleendah yaitu di Komplek Bojongmalaka Indah dan Kerenceng. ”Ini semua terkait dengan jaringan pelaku teror bom yang dicoba diledakan di mobil milik TV One pada malam pergantian tahun 2016 kemarin di depan Pendopo Kota Bandung,” ungkapnya.

Salah seorang teman semasa SMA Usaid yang tinggal dalam satu kompleks perumahan, Alfrida Limbong Allo, 19, mengakui mengenal Usaid dengan baik sebelum Usaid bergabung dengan sebuah ekstrakurikuler di SMA 1 Dayeuhkolot.

”Setelah masuk ke ekstrakurikuler sunda itu, dia jadi menarik diri dan menghindari dekat dengan perempuan bahkan teman-teman lainnya. Tapi entah karena kegiatan itu atau karena apa dia jadi berbeda,” kata Alfrida yang memiliki tanggal lahir dan tahun yang sama dengan Usaid.

Alfrida mengaku, merasa kehilangan temannya itu. Terlebih setelah Usaid kuliah di sebuah kampus swasta di Jalan Moch Toha. Padahal sebelumnya, ucap Alfrida, Usaid terkenal sebagai pemuda yang ramah dan suka bercanda. Hanya saja, sejak sebulan lalu, Alfrida bertemu dengan Usaid tetapi dia tidak terlalu banyak berbicara. ”Seperti menyembunyikan sesuatu. Soal apa-apanya, saya nggak tahu,” urainya.

Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan menambahkan, dari rumah tersebut diamankan sejumlah buku, laptop, dan flashdisk. Barang-barang tersebut bagian dari penyelidikan oleh Polrestabes Bandung.

”Sejumlah buku, flashdisk, dan CD, diamankan untuk kepentingan penyidikan,” ungkap Erwin.

Saat dilakukan penggeledahan, ucap Erwin, di rumah tersebut, ibu dan kakak terduga ada di rumah. ”Ibunya histeris, dia tidak menyangka anaknya terlibat. Dari keterangannya, pihak keluarga sudah hilang kontak sejak kemarin malam,” ucapnya.

Erwin mengatakan, selain di rumah Usaid di Bojong Malaka Indah, tim gabungan pun menggeledah sejumlah kamar kost di Kampung Kerenceng, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah. Diduga, Usaid sempat singgah di salah satu kamar kost tersebut.

Erwin merinci, penggeledahan ini untuk memperkuat penyelidikan atas Usaid yang sempat singgah di dua kamar tersebut. Sejumlah barang yang diambil pun akan lebih lanjut diselidiki, apakah beberapa dokumen yang diambil dari penggeledahan itu ada kaitannya atau tidak. ”Isinya pun belum dipastikan (data, Red). Selanjutnya, kasus ini diselidiki di Polrestabes Bandung,” ungkap Erwin.

Erwin menjelaskan, pihak Polres Bandung hanya mendampingi dan pengamanan lokasi saat proses penggeledahan tersebut. ”Kalau secara detail, saya tidak terlalu melihat apa saja barang bukti yang diamankan oleh Densus 88 itu,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik kamar-kamar kost yang digeledah Agus Salim, 60, mengatakan, dua kamar yang digeledah dan diambil sejumlah barang dari dalamnya oleh pihak kepolisian adalah kamar milik Ahmad dan Gingin.

Ahmad tinggal di kamar tersebut bersama istrinya dan tiga anaknya. Ahmad kesehariannya sebagai penjual bubur sumsum. Istrinya bekerja di dapur yayasan panti yatim piatu. Sedangkan, Gingin baru akan bekerja di Kopo (Kabupaten Bandung, Red) dan istrinya bekerja di dapur yayasan panti yatim piatu.

Dari kamar Ahmad, kata Agus, polisi mengamankan 1 buah flash disk 8 gb, 1 buah stnk motor nopol D 3473. XB, 1 fotocopy kk, buku tabungan, 1 buah buku agama, modem merek stc, foto 3 org, buku catatan dan 1 simbol emblem gambar isis. Sedangkan, dari kamar Gingin, diamankan sebuah laptop, buku catatan, dan KTP.

”Kata polisi, mereka bisa mengambilnya lagi nanti di Polres setelah penyelidikan selesai. Katanya, F pernah singgah di dua kamar tersebut,” katanya.

Selain dua kamar milik Ahmad dan Gingin yang pernah dijadikan tempat singgah Usaid, kamar milik Hamidah pun ikut digeledah. Tapi, tidak ada barang yang diambil dari kamarnya.

”Saya kaget karena ikut digeledah juga kamar saya. Sebab, semua kamar pun digeledah diperiksa. Penghuni dua kamar itu sedang bekerja keluar dan kamar tersebut dibuka oleh saya dan para warga lainnya,” pungkasnya. (yul/rie)

Untuk Anda
Terbaru