banner

Rencana Pembangunan BIUTR Mandeg di Kementerian

darikita 21 September 2015
vertical banner

darikita.com, COBLONG – Rencana pembangunan Jalan penghubung Pasteur-Cileunyi atau lebih dikenal Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) sampai saat ini tidak memiliki kejelasan, padahal Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan sejak 2013.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jabar Prof. Denny Djuanda mengatakan, rencana ini sudah dilakukan penelitian dan kajian agar permasalahan kemacetan di kota Bandung bias teratasi.

Namun hngga kini rencana yang sudah diajukan Kementrian Pekerjaan Umum ini masih dievaluasi padahal Investor dari Jepang waktu itu sudah ada ketertarikan dengan proyek ini.

’’Investor Jepang masih berasumsi dan tetap akan membangun, hal ini dibuktikan dengan komunikasi secara langsung di Bapedda beberapa waktu lalu,” jelas Denny di Gedung DPRD Jabar kemarin (19/9).

Menurutnya, BUITR bagi sudah menjadi prioritas. Pasalnya, pembangunan BUITR ini akan menfasilitasi bagi para pengendara dari arah Jakarta yang datang ke Bandung atau kota lainnya di bagian selatan atau hanya sebagai tempat perlintasan saja.

Berdasarkan rencana, pembangunan BUITR dimulai dari keluar Gerbang Tol Pasteur dengan pembangunan jalan baru atas sampai terhubung pada jembatan layang Pasupati.

Selanjutnya, dari jembatan Pasupati akan dibuat underpass ke bawah yang tingginya tidak sampai melebihi Gedung Sate dan tetap akan kelihatan. Kemudian ketika sampai di Pusdai akan kembali elevated ke atas sampai tembus ke Ujung Berung.

’’Nah disini dibuat Cabang Jalan, sehingga akses geberbagai tempat seperti Gede Bage, ataupun tempat lainnya yang rencananya akan memakan panjang jalan selebar 27 Km,” cetus dia.

Dirinya beralasan, sebetulnya rencana sudah ada sekarang tinggal PU yang memustuskan, terlebih pembangunan Tol Soroja sekarang sedang dikerjakan. Selain itu terkatung-katungnya BUITR ini, karena Pemprov Jabar merasa kesulitan dalam melakukan pembebasan lahan di sepanjang Jalan Surapati sampai Ujungberung.

Menurutnya, pergeseran lahan di sekitar Pasupati juga akan dilakukan dengan cara memundurkan median bangunan yang berada di sepanjang jalan tersebut. Namun demikian, proses ganti rugi lahan ini kemungkinan akan terkendala karena membutuhkan biaya sangat besar

Pembangunan BUITR ini juga sebetulnya akan berkelanjutan sampai pada interchange tol Cileunyi yang dihubungkan melalui Gedebage.

’’Pembangunan interchange Gedebage tetap jalan, walaupun awalnya dibangun untuk memudahkan akses jalan ke stadion yang awalnya dipersiapkan untuk pembukaan PON,” kata dia.

Dari interchange Gedebage nanti akan dibuat jalur ke kanan yang menghubungkan tol Cileunyi, sehingga nantinya bisa dilanjutkan pada pembangunan tol Cileunyi-Tasikmalaya.

Namun demikian, rencana pembangunan ini berdasarkan skema perencanaan realisasinya terbilang rendah. Pasalnya, sampai saat ini Pemprov Jabar maupun Kementerian PU belum menemukan titik kesepakatan atas rencana tersebut.

’’Kalau sulit sih enggak asal kita punya uang saja. Dan ini bisa berjalan lancar, asalkan ada komitmen bersama,” pungkas Denny. (yan/vil)

Untuk Anda
Terbaru