banner

Lari Lebih Kencang Kang DN

darikita 18 Februari 2016
JAWA POS PHOTO SAPA WARGA: Bupati Bandung terpilih Dadang M. Naser bersama wakilnya Gun Gun usai prosesi pelantikan di Gedung Merdeka kemarin
vertical banner

Gubernur Minta Maksimalkan Penyerapan Anggaran

darikita.com, Pada Pelantikan enam kepala daerah di Jawa Barat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan amanatnya yang dibacakan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bahwa seluruh kepala daerah harus mampu melakukan penyerapan anggaran demi kelangsungan pembangunan dan peningkatan pertumbuhan perekonomian.

Selain itu, sinergitas antara kabupaten/kota dengan provinsi Jabar dan pusat harus diwujudkan terlebih di Jabar sendiri banyak proyek-proyek strategis yang saat ini sedang berlangsung tahap pembangunannya.

”Sinergitas antar daerah, provinsi dengan pusat mutlak dilakukan,” kata amanat Presiden yang dibacakan Heryawan pada sambutan pelantikan kepala daerah di Gedung Merdeka kemarin (17/2).

Usai pelantikan, Heryawan menegaskan, kepala daerah yang telah dilantik untuk mampu menyerap anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD dengan baik. Dengan melakukan tahap pengerjaan rencana pembangunan yang telah disusun di awal bulan.

Dia menilai, adanya keterlambatan penyerapan anggaran harus bisa dihindari dengan cara sesegara mungkin mengatur perencanaan dalam penyusunan APBD.

”Jadi penyerapan jangan ditumpuk diakhir tahun dan pelaksanaan pembangunan juga harus sesuai dengan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ujar dia.

Selain itu, dia menginginkan agar seluruh kepala daerah dan wakilnya di Jabar memiliki harmonisasi dan menekankan kepada lembaga legislatif DPRD untuk berkoordinasi dengan baik. Khususnya dalam fungsi pengawasan pembangunan.

”Jangan ada perseteruan antara bupati/wali kota dengan wakilnya harus selaras dalam membagi tugas dan saling melengkapi karena ini yang disebut dwi tunggal,” ungkapnya.

Heryawan menegaskan, kepada kepala daerah yang baru dilantik harus bisa lari kencang mewujudkan janji-janji kampanyanye untuk kesejahteraan masyarakat. Terlebih seorang pemimpin harus mau turun di tengah masyarakat agar mampu menyerap segala keluhan warga untuk dijadikan dasar dalam pola pembangunan.

Di tempat sama Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari menilai, sinergitas antara pemerintah harus dibangun agar pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

”Sinergitas harus dibangun itu yang terpenting karena bila pusat punya program percepatan pembangunan daerah harus mampu menyelaraskannya,” tuturnya.

Ineu berpendapat, beberapa program pemerintah pusat sebetulnya telah fokus untuk mengembangkan daerah dengan pemberian program pembangunan dana desa.

”Ini semata-mata, pusat ingin agar pembangunan harus diawali dari titik di pedesaan agar pertumbuhan perekonomian di desa menjadi maju,” tutur dia.

Di tempat sama, Bupati Bandung Bupati menegaskan, persiapan menghadapi PON XIX merupakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di periode sebelumnya. Salah satunya yang krusial, yaitu menyelesaikan infrastruktur pendukung perhelatan olahraga akbar nasional tersebut.

”Yang dalam waktu dekat ini, adalah persiapan infrastruktur menghadapi PON XIX tahun 2016,” tegas Dadang usai dilantik di Gedung Merdeka.

Menurutnya, sebagai tuan rumah tempat diselenggarakannya PON, Kabupaten Bandung harus berbenah. Baik dari infrastruktur akses jalan dan venue Stadion Si Jalak Harupat yang digunakan. Mengingat, tamu undangan peserta PON XIX dari seluruh Indonesia akan datang.

Terpilihnya kembali dirinya menjadi Bupati Bandung, mengharuskannya untuk meneruskan pekerjaan yang belum selesai. Dengan harapan, semua persiapan dapat terselesaikan tepat waktu sebelum perhelatan akbar dimulai. ”Kita akan memantapkan lagi yang belum mantap. Yang belum akan kita tingkatkan,” katanya.

Selain persiapan menghadapi PON XIX, pada periode kedua ini ia bersama wakilnya, akan terus melakukan pembangunan daerah pedesaan. Pembangunan ini, ditujukan agar semua desa di Kabupaten Bandung dapat lebih makmur secara merata. ”Anggaran akan kita terus tingkatkan untuk membangun desa lebih makmur,” janjinya.

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku, pihaknya akan terus konsen melanjutkan program pembangunan yang telah disusunnya dengan fokus peningkatan indeks pembangunan manusia.

”Kami ingin meningkatkan IPM, pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Karena pengangguran ini jadi prioritas kami,” ucap Celica penuh semangat.

Menurutnya, beberapa permasalahan di Karawang yaitu selain masalah tenaga kerja kota yang dikenal sebagai lumbung pangan Jabar ini tidak mau kehilangan identitasnya sebagai daerah produksi padi di Jabar.

Selain itu, peningkatan mutu pendidikan di Karawang juga akan menjadi perhatian serius pemerintahannya di samping penyediaan sarana kesehatan untuk masyarakat dipelosok daerah.

”Ini akan kami lanjutkan terus demi tercapainya kesejahteraan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, Bupati Indramayu Anna Sophanah mengatakan, pihaknya siap menjalankan pemerintahan secara harmonis dengan pemerintah provinsi Jabar maupun pusat.

Menurutnya, program-program yang akan terus dilanjutkan untuk Kabupaten Indramayu adalah peningkatan kesehatan untuk masyarakat dipedesaan selain akan terus menggenjot produktivitas pertanian dan perikanan.

”Indramayu itu banyak sekali sumberdaya alam yang bisa dimanfaatkan dan ini semata-mata aka dikelola untuk masyarakat kita,” ucap Anna,

Peningkatan pelayanan kesehatan akan dilakukan dengan lebih banyak membangun Puskesmas dan rumah sakit daerah. Sebab saat ini dirinya mengaku keberadaan fasilitas kesehatan dirasakan masih kurang terlebih bila masyarakat sedang betul-betul membutuhkan pelayanan kesehatan.

”Warga Indramayu 1,8 juta, tapi rumah sakit cuma ada dua. Jadi fokus pendidikan, kesehatan, dan peningkatan daya beli akan menjadi perhatian kami,” tutup dia.(yan/bbs/rie)

Untuk Anda
Terbaru