banner

Musisi dan Seniman Sunda Puaskan Warga Sumedang

darikita 2 Mei 2016
Herdiansyah/Bandung Ekspres BERNYANYI: Salah seorang budayawan Sunda sedang menampilkan karyanya pada acara Napak Jagat Pasundan yang digelar di Alun-alun Sumedang.
vertical banner

darikita.com, SUMEDANG – Pertunjukan seni dan budaya Coklat Kita Napak Jagat Pasundan sukses di gelar di Alun-alun Sumedang, Sabtu (30/4) pekan kemarin. Hal tersebut terbukti dengan membludaknya penonton yang hadir menyaksikan pagelaran tersebut.

Sederetan musisi Sunda seperti, Ega Robot Ethnic Percussion, Ebiet Beat A, Rita Tila, dan Nuki Darso turut memeriahkan acara itu. Mereka terlihat tampil menarik dan menjadi magnet bagi warga Sumedang.

Tak hanya itu, sejumlah musisi dan seniman Sunda lainnya turut pula memeriahkan acara ini. Sebut saja penampilan Tari Topeng Kelana, Pencak Silat Pasir Intan, Papuri Ethno Progresive, Kohkol, Jeihan ’Kabayan Jago Sulap’, serta Pojok Si Cepot, dan pemain karakter lainnya.

Hadirnya Napak Jagat Pasundan di Sumedang sendiri bertepatan dengan momentum Milangkala Sumedang ke-438. Sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat warga Sumedang dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Sunda.

Marketing Officer Coklat Kita Budhi Agoes Salim mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengangkat  ’Ngideur Dayeuh Mapay Lembur’, kali ini Coklat Kita kembali menggagas ide kreatif yang menyuguhkan tontonan dan tuntunan seni budaya yang berbeda.

”Bedanya, Napak Jagat Pasundang dikemas lebih mengalir dengan cerita bernarasi, didukung pemain karakter, ditambah dengan tampilan perform seni dan budaya khas Pasundan, Cerbonan dan Dermayon,” katanya kepada wartawan disela kegiatan.

Budhi mengungkapkan, Dengan konsep seperti itu, diharapkan dapat memberikan gambaran era kekinian yang terjadi antara budaya daerah dan pengaruh kesenian atau musik masa kini. Adapun acara yang dimulai pukul 13.00 WIB itu, tampak menggeliat dengan kehadiran booth seni dan budaya.

”Keikutsertaan mereka pada event ini sebagai bukti dan apresiasi bagi lingkung seni, paguron, komunitas budaya, serta karang taruna dan aktivis seni Sumedang,” ungkapnya.

Sementara itu Deputi Marketing Manager Branch Sales and Promotion Coklat Kita, Achmad Usamara memaparkan, Sumedang adalah kota pertama digelarnya Napak Jagat Pasundan. Rencananya, event tersebut akan digelar di 10 kota di Jawa Barat. Seperti Bandung, Cianjur, Subang dan Purwakarta, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, serta Cirebon, Jatibarang dan Indramayu.

”Setelah di Sumedang, Napak Jagat Pasundan akan hadir di Cianjur selatan pada 14 Mei. Acara pun akan terus bergulir hingga akhir tahun 2016,” paparnya.

Lebih lanjut Ia berharap, Napak Jagat Pasundan ’Ngigeulan Jaman’ dapat memberikan tontonan sekaligus tuntunan untuk peduli terhadap kekayaan budaya daerah. ”Kalau bukan kita yang merupakan warga daerah, siapa lagi yang akan melestarikan dan mengembangkan asset budaya ini,” ucapnya.

”Untuk itu saya ucapkan terterimakasih kepada pemda dan seniman, atas dukungan acara ini. Animo masyarakat cukup bagus,” paparnya.

Sementara itu, Ega Robot menegaskan, seni budaya saat ini sudah mengalami kemajuan. Lantaran, peran serta orang tua dan semua pihak untuk melestarikannya. ”Mereka paham tak hanya mementingkan kemajuan teknologi, tapi juga tak hilangkan tradisi.”Jangan pernah melupakan budaya, karena itu warisan leluhur kita,” pungkasnya.  (dn/asp)

Untuk Anda
Terbaru