Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
JAKARTA — Pemerintah menegaskan penguatan hilirisasi, industri strategis, dan ekonomi digital sebagai bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Hilirisasi diarahkan agar sumber daya dan bahan baku memperoleh nilai tambah lebih besar di dalam negeri. Strategi ini berkaitan dengan pengembangan industri pengolahan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan penguatan rantai pasok nasional.
Di sisi lain, ekonomi digital terus menjadi penopang kegiatan usaha dan layanan. Pemanfaatan teknologi perlu diikuti peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perlindungan konsumen, keamanan sistem, dan akses yang lebih merata bagi pelaku usaha.
Penguatan industri strategis membutuhkan konsistensi kebijakan, infrastruktur, pembiayaan, serta kepastian bagi investasi produktif. Sinergi antara pemerintah, industri, lembaga pendidikan, dan pelaku teknologi diperlukan agar pembangunan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas.
Pemerintah juga perlu memastikan manfaat hilirisasi dan digitalisasi dirasakan secara luas, termasuk oleh UMKM dan tenaga kerja di daerah. Pengawasan lingkungan, tata kelola yang baik, dan peningkatan kompetensi pekerja menjadi unsur penting dalam pelaksanaannya.
Sumber: Diolah secara orisinal dari rilis resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 27 Agustus 2026.




