Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
SUMEDANG — Gerakan Pramuka di Jawa Barat didorong terus memperkuat pendidikan karakter generasi muda sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan kepramukaan dinilai memberi ruang bagi pelajar untuk belajar disiplin, bekerja sama, memimpin, dan menyelesaikan persoalan secara langsung.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan hal tersebut saat menutup perkemahan terpadu dan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Situraja di Bumi Perkemahan Candra Singa, Balingbing Dua, Sumedang.
Menurut Herman, pembinaan Pramuka sejalan dengan nilai Pancawaluya yang menekankan generasi cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Nilai itu diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari di sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.
Pengalaman membangun kepemimpinan
Perkemahan dan perlombaan memberi pengalaman yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Peserta belajar membagi tugas, menaati aturan, menjaga lingkungan, serta mengambil keputusan dalam kelompok.
Pemerintah daerah berharap sekolah, kwartir, orang tua, dan masyarakat menjaga kesinambungan pembinaan. Penguatan karakter dinilai penting agar kemampuan akademik berjalan beriringan dengan integritas, kepedulian, dan ketangguhan.
Sumber: Pemerintah Provinsi Jawa Barat, 26 Agustus 2026. Artikel disusun ulang secara orisinal berdasarkan informasi resmi.




