Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

Riau Darurat Kabut Asap

Oleh • 17 September 2015 • 10:29
Foto: jurnalintelijen.id
Foto: jurnalintelijen.id

darikita.com, Bencana kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan, ternyata sudah menjadi langganan Provinsi Riau. Bahkan tahun ini saja sudah lebih parah dari tahun lalu. Menyentuh 984 psi (polutan standar indeks) yang menjadi barometer kepekatan polusi asap. Pemerintah provinsi, menyatakan status darurat asap di Riau.

Kabut asap yang terjadi, dapat berdampak pada kualitas udara yang menyebabkan terjangkitnya gangguan kesehatan dari mata hingga pernafasan. Standar ISPU saja pada angka 500 psi sudah pada status membahayakan, apalagi Riau yang sudah sangat melebihi dari angkat tersebut.

Seperti yang dikutip dari cnnindonesia.com sempat tahun lalu, Provinsi ini diterjang bencana serupa. Tepatnya pada Maret 2014. Saat itu, kualitas udara mencapai 300-500psi. Bahkan alat pengukur pencemaran udara yang bertengger dibeberapa tempat di Provinsi Riau menyatakan level udara sangat tidak sehat.

Kebakaran hutan menjadi alasan utama terjadinya kabut asap tebal ini. Hingga sempat, Riau mendapat kiriman asap kebakaran dari provinsi Jambi dan Sumatera Selatan yang terbawa. Pemerintah setempat dan pusat tiap tahunnya mengupayakan pemadaman dititik api dengan bom air atau pun hujan buatan.

Sempat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, mengerahkan selebihnya 20 pesawat untuk mem-bom air dan pembentukan hujan buatan demi memadamkan kebakarab. 18 Juta liter air dimuntahkan di Riau dan 12 juta liter air disiramkan ke Sumatera Selatan. Ada pulan 120 tom garam ditabur di Riau dan 56 ton garam pada Sumatera Selatan dan Jambi.

Bahkan 1.050 prajurit TNI dikerahkan untuk membantu pemadaman tersebut. (Ravi/dk)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *