banner

Manchester City vs PSG, Ambisi Putus Rekor Buruk

darikita 12 April 2016
REUTERS/Gonzalo Fuentes KECEWA: Zlatan Ibrahimovic, gagal mengeksekusi penalti saat menghadapi Manchester City pada babak perempat final Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Kamis (7/4/2016) dini hari WIB
vertical banner

darikita.com, Bagi Manchester City, sebenarnya cukup mudah untuk mengenggam tiket semifinal pertamanya di Liga Champions.

Berbekal hasil seri 2-2 di Stade de France (7/4), City memiliki keunggulan gol away ketika mereka menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di Etihad Stadium, dinihari nanti.

Apalagi, statistik PSG setiap kali bertandang ke Inggris terbilang buruk. Mereka baru mengantongi satu kemenangan dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoni.

Skenario ini nampaknya cukup ideal. Jika saja tidak ada pemain yang bernama Zlatan Ibrahimovic. Ya, pada leg kedua perempat final nanti, Ibrahimovic datang dengan konfidensi yang sangat tinggi.

Sebab, pemain dengan julukan Ibra itu mengaku tengan menikmati fase terbaiknya sepanjang 17 musim karirnya di lapangan hijau.

Dengan usia yang sudah menapak angka 34 tahun, Ibra mengatakan bahwa produktivitasnya sebagai tukang gedor kian hari kian meningkat.

Itu bisa dilihat dari statistik golnya pada musim ini. Di Ligue 1, Ibra telah mengoleksi 30 gol. Jumlah ini sebenarnya sama dengan musim 2012-2013.

Namun, saat itu, Ibra membutuhkan 34 pertandingan untuk bisa mencapai ke-30 gol tersebut. Sedangkan di musim ini, striker bertinggi 195 cm itu mampu meraihnya di laga ke-26.

Selain itu, dia datang dengan ambisi lain untuk memutus rekor buruknya selama bertanding dengan klub Negeri Ratu Elizabeth itu.

Dari total 20 pertemuan dengan lima klub berbeda Premier League, Ibra hanya bisa menceploskan lima gol, dan memberikan empat kemenangan.

”Aku merasa belum pernah sebaik ini sebelumnya,” kata Ibra dalam wawancaranya dengan situs resmi UEFA.

Bahkan, eks penyerang AC Milan dan Barcelona itu mengumpamakan dirinya sebagai Benjamin Button dalam The Curious Case of Benjamin Button. Sebuah cerita pendek karya Scott Fritzgerald.

”Aku seperti terlahir tua, namun kemudian mati dalam keadaan muda. Ya, seperti itu kelihatannya,” ujar Ibra kembali.

Keinginannya untuk mengamuk di Etihad Stadium semakin besar lantaran dia tidak diturunkan oleh arsitek PSG, Laurent Blanc, kala PSG melumat Guingamp 2-0 Sabtu (9/4).

Ibra pun berada dalam kondisi segar dan bisa diturunkan sejak menit pertama bersama Angel di Maria yang juga diistirahatkan, serta Edinson Cavani.

Bugarnya trio Ibra, Cavani, dan Di Maria itu menjadi mimpi buruk bagi City karena mereka masih belum mendapat kepastian akan turunnya kapten sekaligus bek tengah Vincent Kompany yang sudah absen sejak mereka menang dari Dynamo Kiev di leg kedua 16 Besar (15/3).

Hanya, tactician City, Manuel Pellegrini bisa bernafas dengan sangat lega. Sebab, dia tidak kehilangan bomber Sergio Aguero yang mendapat benturan di kakinya.

Selain itu, winger Samir Nasri pun telah kembali, bahkan mencetak gol ketika City mengalahkan West Bromwich Albion Sabtu kemarin.

Lebih lanjut, Pellegrini mengatakan bahwa dia sangat percaya pasukannya bisa melangkah ke babak empat besar.

”Mengapa tidak? Kami sudah menerima banyak kritik yang mengatakan kami tidak tahu bermain di Eropa. Namun, lihatlah sekarang,” koarnya sebagaimana dilansir Four Four Two.

Terpisah, Blanc dihadapkan pada persoalan pelik dengan patah hidung dari kiper Kevin Trapp, pasca berbenturan dengan bek Layvin Kurzawa kala menang dari Guingamp.

”Dia sudah ditangani dengan baik. Dan tim medis tidak terlalu khawatir dengan cedera itu. Jadi, aku yakin dia pasti bisa turun,” katanya sebagaimana diberitakan Canal Plus.

Dia pun mengatakan skuadnya sudah mendapatkan mindset yang mereka butuhkan dari kemenangan atas Guingamp. ”Performa para pemain muda mengagumkan. Ini yang kami butuhkan untuk bersiap menghadapi City,” lanjutnya. (apu/vil)

Untuk Anda
Terbaru