banner

Merugi Karena Ingkari Janji

darikita 6 Oktober 2015
SUNDUL BOLA: Striker Real Madrid Karim Benzema mencoba menceploskan bola ke gawang lawan (Atletico Madrid) saat kedua tim ini bentrok di Vicente Calderon, dinihari kemarin (5/10).
vertical banner
SUNDUL BOLA: Striker Real Madrid Karim Benzema mencoba menceploskan bola ke gawang lawan (Atletico Madrid) saat kedua tim ini bentrok di Vicente Calderon, dinihari kemarin (5/10).
SUNDUL BOLA: Striker Real Madrid Karim Benzema mencoba menceploskan bola ke gawang lawan (Atletico Madrid) saat kedua tim ini bentrok di Vicente Calderon, dinihari kemarin (5/10).

 

1 ATLETICO MADRID vs REAL MADRID 1

darikita.com, MADRID – Bertahan setelah unggul satu bola. Itu strategi usang untuk mempertahankan kemenangan. Namun, startegi itulah yang sudah menghukum Rafael Benitez saat timnya Real Madrid tertahan 1-1 dalam Derby Madrileno melawan Atletico Madrid, di Vicente Calderon, Madrid, Senin dini hari kemarin WIB (5/10).

”Saat kedudukan sudah leading 1-0, saya ditarik keluar lalu permainan tim menjadi lebih bertahan,” ungkap striker Real, Karim Benzema sebagaimana yang dikutip AS. Artinya, pasca Benzema digantikan Mateo Kovacic pada menit ke-77, 13 menit setelahnya strategi bertahan dilakukan Benitez. Benzema menjadi pembeda pada menit kesembilan.

Tanpa Benzema, Real tidak punya striker murni di depan. Hanya Gareth Bale yang baru masuk di menit ke-66 dan Cristiano Ronaldo menjadi andalannya. Makanya, setelah itu tidak ada lagi ancaman ke gawang Jan Oblak. Sebaliknya, Atleti mampu memanfaatkan kelengahan pola bertahan Real ini lewat Luciano Vietto di menit 83.

Untuk Benitez, bermain bertahan sama dengan mengingkari janjinya yang akan memakai strategi menyerang untuk Los Blancos pada tahun pertamanya ini. Pantas saja pasca laga strategi bertahannya itu banyak mendapatkan kecaman, terutama dari media-media yang ada di Spanyol.

”Real kini berubah menjadi defensive minded, bukan lagi fokus penguasaan bola untuk menyerang,” tulis Mundo Deportivo dalam analisisnya. Analisis itu juga didukung dari sisi statistic. Sepanjang tujuh jornada yang dijalaninya, terendah Real membuat 15 shots, itu terjadi saat menghantam Espanyol 6-0 (12/9).

Lainnya, rata-rata Los Blancos melakukan 22,6 kali shots per game-nya. Menurut Dermot Corrigan, pundit ESPN, strategi untuk bertahan sudah disiapkan Benitez sejak awal laga. Adanya Casemiro di posisi yang biasa ditempati Bale menjadi alasannya. Casemiro lebih bertipikal bertahan.

Casemiro dalam laga itu bermain bagus dan mendapatkan rating 8 versi Sport. ”Selama laga, kami tidak bertahan. Di babak pertama kami bermain menyerang, kami dominant di penguasaan bola. Hanya, di babak kedua Atleti yang lebih banyak mengendalikan laga,” ujar Benitez.

Statistik tidak bisa dibohongi. Di Whoscored, hingga sejam laga Real sudah kalah dari sisi shots-nya. Enam untul Real, dan sepuluh bagi Atleti. Benitez beralasan, minimnya shots itu dikarenakan Ronaldo sebagai pemain paling banyak melakukan tendangan di Real lebih sering turun ke tengah.

Di akhir laga, Atleti lebih dominant shotsnya dengan 18 kali. Real beruntung mempunyai Keylor Navas di bawah mistar. Sekalipun tidak mampu mencatat cleansheet lagi, Navas menjadi pahlawan Real setelah menahan tendangan penalty Antoine Griezmann di menit ke-21.

Gol Vietto pun bukan 100 persen kesalahannya. Alvaro Arbeloa, Raphael Varane dan Sergio Ramos yang menjadi aktornya. Arbeloa luput menjaga sisi kanan pertahanan Real dari penetrasi Jackson Martinez. Bola liar dari Martinez itu yang membuat Varane dan Ramos miskomunikasi.

Kesalahan kedua pemain itu yang dimanfaatkan dengan jeli oleh Vietto. ”Setelah turun minum kami kehilangan presisi. Harusnya di babak pertama kami bisa membuat dua gol. Bukan malah kena penalti. Kesalahan ini yang membuat kami harus merelakan dua poin melayang,” tutur mantan pelatih Napoli itu.

Terpisah, Diego Simeone mengakui keluarnya Benzema sedikit meringankan beban anak asuhnya. Makanya, setelah keluarnya Benzema setidaknya ada tiga peluang didapatkan Los Rojiblancos di depan gawang Real. Satu di antaranya bisa dimanfaatkan menjadi gol Vietto. ”Walaupun, kami tidak bisa mencapai apa yang kami inginkan,” keluh El Cholo, seperti dikutip dari Football Espana.

Simeone menyayangkan dari sekian banyaknya peluang hanya satu gol yang bisa mereka cetak. Dengan akurasi shots 22,2 persen, efektifitas serangannya hanya berkisar 5,5 persen. ”Harusnya, dengan banyaknya peluang, kami lebih dekat dengan kemenangan di laga derby ini. Sekali lagi, Keylor (Navas) pahlawannya,” sebut Simeone. (ren/asp)

Untuk Anda
Terbaru