Skuat Persib menghadai acara launching Viking Fanshop Tenggarong yang letaknya di Jalan Naga nomor 33, Sabtu (15/10). Jajang Nurjaman dan beberapa anak asuhnya seperti M. Ridwan, Deden Natshir, Yandi Sofyan, Jajang Sukmara, Tony Sucipto hingga Febri Hariyadi ikut dibawa. Peluncuran toko yang menjual merchandise bertema Persib dan Viking itu memang sengaja dihelat ketika Persib sedang berkunjung ke Kota Raja.
Bobotoh memang selalu ada dimanapun Persib berlaga dan kali ini mereka akan mendapat dukungan penuh dari Viking Tenggarong. Untuk itu awak Maung Bandung pun secara sukarela menghadiri peresmian toko tersebut. Sambil merayakan juga Viking Borneo yang ke-8.
Mengenai alasan kenapa Viking Tenggarong membuka toko yang identik dengan Persib, Robby Prawira selaku ketua mengatakan dirinya ingin memberi sarana bagi anggota untuk berkumpul. Karena menurutnya tidak sedikit orang Sunda dan warga Jawa Barat yang sedang merantau di pulau Kalimantan. Sehingga dia tidak ragu untuk membuka toko di tempat yang jauh dari markas Persib.
“Tujuannya untuk menjalin silaturahmi warga Jawa Barat khususnya Bandung di pulau Borneo. Kita membuat toko ini untuk usaha, karena ketika merantau, kita punya usaha yang halal,” ungkap Robby ketika diwawancara di sela-sela acara launching.
Tenggarong sendiri mempunyai klub Mitra Kukar dengan Mit Man sebagai pendukung mereka. Namun Viking Tenggarong tidak takut mereka ikut membuat usaha dengan tema Persib yang kental. Bahkan Robby menyebut bahwa usaha ini juga berjalan berkat bantuan dari pihak suporter Naga Mekes tersebut. Menurutnya meski masing-masing tim bersaing, namun ketika di luar lapangan mereka bisa berjalan beriringan.
“Baik-baik saja hubungan dengan Mit Man bahkan sudah seperti keluarga kami. Kita menghargai seperti pepatah ‘dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung’. Alhamdulillah Fanshop ini juga kerjasama sama orang Kukar dan Tenggarong,” ungkapnya.
Selain membuka toko Viking Fanshop, mereka juga membuka kedai makanan bernama ‘Kampung Sunda Foodcourt’. Dikatakan oleh pembina dari Viking Tenggarong, Harry Kinyuh bahwa dia sengaja membuat anggotanya untuk bergerak membua usaha. Karena sejak berdiri 2012 lalu, Viking Tenggarong ibarat sedang mati suri.
“Jadi ya ini tempat makanan saja dan berkumpul orang-orang Sunda yang ada di Tenggarong. Untuk penjualnya juga orang-orang sunda dan menunya ada Batagor, Baso Tahu, sambal dan lalaban, khas Sunda lah pokoknya makannya dinamai ini,” ungkapnya.













