banner

Persib Mentok di Lapangan

darikita 27 Agustus 2015
ALFERY IBROHIM/SUMATERA EKSPRES MASALAH KLASIK: Persib Bandung hingga kini masih berkutat dengan minimnya lapangan untuk berlatih. Hingga kini masalah ini belum terpecahkan.
vertical banner
ALFERY IBROHIM/SUMATERA EKSPRES MASALAH KLASIK: Persib Bandung hingga kini masih berkutat dengan minimnya lapangan untuk berlatih. Hingga kini masalah ini belum terpecahkan.
ALFERY IBROHIM/SUMATERA EKSPRES
MASALAH KLASIK: Persib Bandung hingga kini masih berkutat dengan minimnya lapangan untuk berlatih. Hingga kini masalah ini belum terpecahkan.
Makan Konate dan Vlado Tiba Hari Ini

darikita.com, Bandung – Di tengah gegap gempita menyambut piala Presiden 2015, Persib seperti dalam lingkar serba sulit. Selain dipengaruhi faktor belum padunya pemain, faktor lapangan juga menjadi alasan sulit latihan.

Selama ini, Atep cs hanya berlatih di lapangan futsal Ciujung, Jalan Supratman Kota Bandung yang notabene menggunakan rumput buatan. ”Seharian kita tim pelatih kontak lapangan sana sini untuk latihan di lapangan ukuran normal tapi semua penuh dan tidak bisa dipakai. Mulai dari lapangan Armed, Pusdikpom, Secapa, Siliwangi semua penuh tidak bisa dipakai,” tutur Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman kemarin.

Kendati begitu, Djanur –sapaan dia- berusaha untuk memberikan program latihan dengan maskimal. Artinya, dia tetap bakal memoles Atep cs kendati ukuran lapangan Ciujung kurang ideal apabila digunakan untuk persiapan.

”Tapi di lapangan ini (futsal) kita coba maksimalkan. Saya pikir kita dalam drilling possesion, shooting dan defence, semua dapat di lokasi saat ini,” imbuhnya.

Menyekapi kendala tersebut, Djanur sadar betul waktu yang digunakan untuk persiapan gelaran Piala Presiden semakin menipis. Karena itu, dia berharap penuh program yang dilakoni skuatnya berbuah hasil.

”Orang lain juga berbenah, karena ada dirasa kurang dari tim saat mereka berlaga di ISL kemarin. Alhamdulillah fasilitas yang disediakan manajemen, keduanya setuju dengan keadaan saat ini,” papar dia.

Lebih lanjut, untuk menambah kekuatan timnya, Djanur memastikan Makan Konate dan Vladimir diprediksi akan tiba di Kota Kembang, Kamis (27/8). Hal ini dia ketahui, setelah kedua legiun asing itu memastikan diri sudah mengantongi tiket pesawat.

”Vlado hari ini, Rabu saya sudah lihat tiketnya akan segera terbang ke sini. Kalau Konate saya dapat kabar dari Mamadou akan segera cari tiket dan kemungkinan besok sudah ada di sini. Kita lihat kondisinya apakah Jumat sudah ikut uji coba atau tidak,” ujar dia.

Dia berharap Konate dan Vladimir bisa segera menyesuaikan kembali dengan tim, mengingat keduanya bukan muka baru di Maung Bandung. ”Mereka lebih mudah kerjasama. Kalau kita ambil pemain baru persiapan akan mepet dan dengan ini kan jadi tidak terlalu sulit,” ulasnya.

Meskipun sebatas turnamen, Djanur tak ingin main-main menghadapi Piala Presiden. Kemenangan harga mati yang kudu diraih timnya ketika manggung di gelaran yang digagas PT Mahaka Sport And Entertainment tersebut.

”Ini turnamen, di samping rotasi tapi saya lihat kemenangan itu lebih penting. Saya ingin mendapat hasil maksimal di setiap pertandingan. Jadi di setiap pertandingan akan turunkan pemain terbaik,” ungkapnya.

Persib menyandang status tuan rumah grup A dan akan bertemu dengan Martapura FC, Persiba Balikpapan dan Persebaya Surabaya. Dia tak ingin menganggap remeh ketiga kompetitornya itu, meski begitu dia menilai skuat Bajul Ijo yang bakal menjadi lawan terberat di fase grup.

”Saya tidak pernah anggap enteng lawan, apalagi tim yang datang selalu main dengan motivasi berlipat dan selalu tampil dengan pola defensif. Saya lihat Persebaya jadi tim yang akan paling sulit di grup,” ujarnya.

Sebagai persiapan, Djanur juga telah menjalin komunikasi dengan pasukannya, soal kekuatan masing-masing tim yang bakal dihadapi Persib.

”Tadi sudah disampaikan kepada pemain tentan lawan yang datang kesini. Semua sudah dapat bayangan lah. Saya sampaikan mereka akan main seperti apa. Sudah antisipasi dan tiga hari ke depan kita fokus persiapan,” ulas dia.

Selain Bandung, fase grup juga bakal digelar di Malang, Makassar dan Bali. Menurut Djanur ada tiga tim yang patut diwaspadai di Piala Presiden, yakni Arema Cronus, Sriwijaya FC dan PSM Makassar yang sejauh ini telah gencar melakoni persiapan.

”Tim yang punya pengalaman dan mental juara selalu jadi unggulan. Mungkin Arema, Sriwijaya dan PSM jadi favorit,” katanya.

Soal mental dia mengklaim Atep cs sudah siap menjalani Piala Presiden. Namun terkait kondisi fisik dia beberkan baru menyentuh 80 persen menuju top performa. Karena itu, idealnya dia katakan, minimal kudu melakoni satu kali lagi laga uji coba.

Rencananya, pada Jumat (28/8) pasukannya bakal menggelar laga Eksebishi kontra Baretti Subang. ”Kita akan undang Baretti dari Subang untuk uji coba terakhir. Mainnya belum dapat dimana, dari sananya belum ada kabar. Yang pasti mainnya sore,” pungkasnya. (ryt/rie)

Untuk Anda
Terbaru