JAKARTA — Bank Indonesia dan Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia memperkuat sinergi untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing nasional.
Langkah tersebut disampaikan dalam agenda pada 27 Oktober 2026. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan pentingnya percepatan implementasi Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2030 dengan mengalihkan fokus dari penguatan fondasi menuju peningkatan aktivitas serta pemanfaatan produk dan infrastruktur pasar.
Pasar uang dan valuta asing yang likuid, efisien, dan berintegritas dinilai penting untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter. Kondisi pasar yang sehat juga mendukung stabilitas sistem keuangan serta pembiayaan pertumbuhan ekonomi nasional.
Hingga Oktober 2026, APUVINDO tercatat mempunyai 121 anggota, terdiri atas 105 institusi perbankan dan 16 lembaga nonbank serta penyelenggara infrastruktur pasar keuangan.
Kolaborasi diarahkan untuk memperluas penggunaan instrumen, meningkatkan transaksi, memperkuat tata kelola, kompetensi pelaku, integritas, dan pengelolaan risiko yang memadai.
Sumber: Siaran Pers Bank Indonesia, 27 Oktober 2026.
Foto ilustrasi: Mufid Majnun/Unsplash.




