banner

Dukung Anak Penderita Kanker, Puluhan Warga Gunduli Kepala

admin darikita 17 Februari 2020
vertical banner

BANDUNG – Puluhan warga menggunduli kepalanya di Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung, Minggu (16/2). Aksi menggunduli kepala tersebut merupakan bentuk dukungan kepada para anak-anak penderita kanker, sekaligus dalam rangka memperingati Hari kanker anak.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded, mengapresiasiseluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan kepada para penderita kankerkhususnya anak-anak.

”Bagaimana pun yang terkena kanker harus didukungan dengan kepedulian. Kesembuhan adalahcita-cita bersama, tetapi tentu saja dengan usaha yang bisa dilakukan semua,”kata perempuan yang kerap disapa Umi ini, disela-sela aksi.

Umi mengungkapkan, sejauh ini pihaknya terus berusaha mensosialisasikan soalkanker, khususnya kanker terhadap anak. Salah satu upaya pencegahan kanker yaitu dengan pola hidup sehat. Sehat sangat penting. Ketika ada anggota keluarga atau warga Bandung yangterkena kanker, hadirkan kepedulian. Tidak panik kemudian cari tahu danberobat,” ungkapnya.

Sementara itu terkait penanganan kanker, menurutnya, Jawa Barat sudah menyediakan layananunit untuk kanker di Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan. Layanan unit di rumahsakit tersebut perlu mengacu kepada layanan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS)agar pelayanan khususnya kepada kanker lebih baik.

”Jabar sudah sediakan unit layanan khusus kanker di Rumah Sakit Al Ihsan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Bandung, InaLintang merasa bangga karena tahun ini diselenggarakan di Taman Kota. Sebab,dia yakin Taman Kota sangat pas bagi anak-anak agar bisa bermain.

”Spesial tahun ini lebih membumi ada di Taman Kota sebelumnya hanya di Mall. Didukungjuga oleh Umi oded luar biasa, ini membumi,” tuturnya.

Dia menjelaskan,

”Hidup kunci untuk sembuh dari kanker adalah pengobatan yang rutin dan tepat.

”Kuncinya sembuh berdasarkan pendamping itu taat dalam pengobata. Itu 2-3 tahun prosesnyapanjang. 5 tahun dinyatakan sembuh ketika mereka bisa ‘survive’. Ada yang sudahsembuh, ada yang sudah kuliah bahkan kerja. Intinya, keberlangsungan anak-anakbisa melanjutkan kehidupan normal,” tandasnya.

Salah satu orang tua yang anaknya penderita kanker, Aris Sodiman, 39, menyampaikanjika putrinya yang berusia empat tahun delapan bulan itu, baru diketahuimengidap penyakit tersebut ketika berusia tiga tahun. Anaknya itu sering demam,panas, lalu sembuh dan terasa kembali hal yang sama.

”Nafa ini (anaknya) baru ketahuan lebaran tahun kemarin. Awalnya, demam naik turun,demam lagi lalu badannya panas, minum obat dan sembuh, selang berapa minggudemam lagi. Akhirnya tahu, kita cek ke lab, di rumah sakit wilayah Banjar,”katanya.

Setelah mengetahui hal itu, dia pun mendapatkan saran dari sahabatnya untuk mengunjungirumah singgah YKAKI di Kota Bandung. Atas tekad yang kuat untuk kesembuhananaknya, Aris pun melancong dari kota asalnya, Cilacap ke Kota Bandung.

”Saya disarankan ke sini (YKAKI) Alhamdulillah,anaknya mau, juga layanannya baik. Ketika pertengahan Juli 2019. Empat bulanpertama itu tinggal di sana (YKAKI Cabang Bandung),” jelasnya.

Setelah melakukan tahapan tersebut, putrinya pun melakukan kemoterapi selama satu bulansekali.

”Dia (anaknya) lakukan kemoterapi 1 bulan sekali, biaya ditanggung sama YKAKI. Alhamdulillah ini membantu sekali saya sebagai buruh tani,” pungkasnya.(mg2/ziz)

Untuk Anda
Terbaru