Selain pada dua komoditas itu, lanjut Darja, kenaikan harga yang paling menonjol yakni pada bawang merah, telur dan komoditas di bidang holtikulturan. Bawang merah, kata dia, semula masih Rp 30 ribu, kini menjadi lebih dari Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan telur, semula masih Rp 18 ribu kini rata-rata naik menjadi Rp 30 ribu. ”Rata-rata kenaikan dimulai sejak pekan ketiga April kemarin,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat masih menunggu keputusan dari provinsi terkait rencana akan digelarnya operasi pasar murah (OPM) menghadapi kenaikan harga kelompok kebutuhan masyarakat (kepokmas) di Kabupaten Bandung Barat. Diperkirakan kenaikan signifikan akan terjadi mendekati awal puasa atau munggahan.
Kepala Disperindagkop dan UMKM Weti Lembanawati menyatakan, pada gelaran operasi pasar nanti diharapkan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.
”Dengan operasi pasar murah nanti bisa meringankan masyarakat menghadapi harga yang saat ini sudah naik. Harga jualnya di pasar murah berada dikisaran 70 sampai 80 persen dari harga normal,” kata Weti kemarin.
Selain pasar murah, Disperindagkop Kabupaten Bandung Barat juga berkoordasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meggelar OPM. Proses OPM sudah memasuki tahap pengusulan dari Disperindag Jawa Barat kepada gubernur.
”OPM itu agenda provinsi. Nantinya Pemprov Jabar memberikan subsidi antara 30 sampai 40 persen terhadap setiap jenis komoditas barang yang dijual. Itu berarti harga jualnya lebih murah sampai 40 persen,” ungkapnya. (yul/drx/rie)













