Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

Bencana Timpa Tiga Kecamatan

Oleh • 13 Oktober 2016 • 04:40

darikita.com, SAGULING – Enam bencana longsor terjadi di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Cipatat, Padalarang dan Saguling, di sepanjang Sore hingga malam hari, Senin (10/10).  Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian longsor lebih banyak menimpa Kecamatan Saguling.

Dalam kejadian tersebut, untungnya tidak ada korban jiwa. Hanya saja sejumlah rumah dan infrastruktur rusak. Di total terdapat 13 buah rumah kerusak dengan kerugian ditaksir Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per rumah.

Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi menuturkan, derasnya air hujan tersebut mengakibatkan longsor dimana-mana. Seperti di Kecamatan Saguling terdapat puluhan rumah yang rusak. ”Selanjutnya longsor juga merusak benteng sekolah di Padalarang,” ungkap Ade kepada wartawan di Padalarang, kemarin (11/10).

Ambruknya benteng, lanjut  disebabkan oleh derasnya aliran air selokan yang terus mengikis bagian bawah benteng. Benteng sekolah yang ambruk memiliki setinggi sekitar lima meter dengan panjang 20 meter.

”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun aliran air selokan sempat membanjiri sebagian tempat di RW 24,” ungkapnya.

Selain sekolah, longsoran tanah menimpa salah satu rumah rusak parah setelah. Longsor terjadi akibat luapan air sungai yang mengikis bagian tebing. ”Longsoran ini juga akibat luapan air irigasi itu mengikis tanah tebing sehingga menimbulkan erosi kemudian terjadilah longsor,” jelasnya.

”Selain rumah dua kendaraan motor milik korban rusak parah, yakni Supra X dan Mio akibat tertimpa bangunan rumah,” tambahnya.

Saat kejadian, kata Ade, petugas kepolisian langsung mendatangi semua lokasi yang terkena bencana tersebut. Selain mengecek kondisi TKP, petugas pun ikut membantu korban.

”Petugas kami terus bersiaga memantau sejumlah rawan bencana. Termasuk jika ada yang melapor dari warga, petugas langsung terjun ke lokasi bencana,” ujarnya.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *