banner

Bagikan Kartu KIS-PBI di Bandung

darikita 13 April 2017
FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES PEMBAGIAN KIP-KIS: Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada kunjungan ke Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Cidendo, Kota Bandung, Rabu (12/4). Jokowi membagikan sebanyak 250 Kartu Indonesia Pintar (KIP), 157 Kartu Indonesia Sehat (KIS), 234 Program Keluarga Harapan (PKH), serta pembagian makanan tambahan.
vertical banner

”Kalau dilayani nggak baik, hati-hati, dokternya hati-hati, Direktur Rumah Sakitnya hati-hati. Kalau diulang-ulang terus (pelayanan tidak baik) saya akan perintah dicopot,” sambungnya.

Terkait KIP, Presiden meminta setiap siswa yang mendapat KIP agar bisa menggunakan program bantuan tersebut dengan baik untuk program pendidikan, seperti membeli buku, sepatu, seragam, tas, dan lainnya.

Melalui KIP, setiap siswa SD penerima KIP mendapat bantuan Rp 450.000 per tahun, siswa SMP sebesar Rp 750.000 per tahun, serta siswa SMA/SMK sebesar Rp 1.000.000 per tahun.

”Untuk beli pulsa tidak boleh. Kalau tahu uang yang dari KIP dipakai buat beli pulsa, akan dicabut kartunya ya. Kita janjian ya. Karena ini setiap tahun akan diberikan,” ucap Jokowi.

Sedangkan untuk PMT dimulai dari ibu hamil, balita, dan anak usai sekolah. Makanan berupa biskuit penuh gizi ini punya aturan dalam konsumsinya. Jokowi mengatakan makanan ini diberikan sebagai investasi jangka panjang.

”Kenapa ini kita berikan? Ini adalah investasi jangka panjang. menanamnya sekarang tapi panennya nanti 30 tahun, 40 tahun yang akan datang,” ujar Jokowi.

Untuk PKH setiap keluarga diberikan Rp 1.890.000,00. Namun, bisa diambil empat kali di bank yang sudah ditunjuk Pemerintah. Masyarakat penerima PKH untuk pertama kali bisa mengambil bantuan ini Rp 500.000,00. Jokowi mengungkapkan PKH ini bisa tidak digunakan atau disimpan sebagai tabungan.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengungkapkan, saat ini tercatat sebanyak 200 KIS-PBI dibagikan Presiden di Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

KIS yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan terbagi menjadi dua jenis kepesertaan. Pertama, kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri (mandiri), ataupun berkontribusi bersama pemberi kerjanya (segmen buruh atau pekerja). Kedua, kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah (segmen PBI).

Untuk Anda
Terbaru