NGAMPRAH– Untuk menumbuhkan minat baca masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin sinergi dengan pemerintah di setiap kota/kabupaten. Salah satunya, dengan menyediakan kotak literasi cerdas (kolecer) di tempat-tempat kerumunan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, kolecer merupakan salah satu program Gubernur Jabar untuk meningkatkan indeks baca masyarakat. “Kolecer merupakan inovasi yang terbaik di dunia dan efektif meningkatkan minat baca masyarakat,” katanya dalam pertemuan dengan Forum Perangkat Daerah Bidang Kearsipan dan Perpustakaan dengan Tema “Harmonisasi dan Sinergitas Perencanaan Pembangunan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan” di Padalarang, Kamis (14/3).
Terobosan tersebut diharapkan bisa diikuti oleh setiap pemerintah kota/kabupaten dengan menyinergikan program bersama pemerintah provinsi. “Kita sinergikan perencanaan, pelaksanaan, dan juga pengendalian berbagai program. Selanjutnya, tentu akan ada evaluasi-evaluasi,” ungkapnya.
Saat ini, menurut Dinny, semua kabupaten/kota di Jabar berupaya meningkatkan minat baca masyarakatnya dengan mendukung pengembangan berbagai sarana, seperti taman baca masyarakat dan perpustakaan desa. Namun untuk perpustakaan daerah, saat ini masih ada dua daerah yang belum memilikinya, yakni Kabupaten Pangandaran dan Banjar.
“Untuk KBB, sudah dapat alokasi DAK sebesar Rp 10 miliar. Untuk di Jabar memang tinggal Pangandaran dan Banjar yang belum memiliki perpusda, kami coba upayakan agar bisa mendapatkan bantuan keuangan ataupun DAK,” terangnya.
Dinny menuturkan, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan minat baca dengan berbagai hal. “Pemerintah bisa menggalakkan berbagai program yang kreatif dan inovatif untuk merangsang minat baca masyarakat. Dan ini harus bersinergi, tidak bisa hanya sendiri-sendiri,” pungkasnya. (adv/drx)













