Air yang meluap di lokasi ini berasal dari perkebunan jambu. Di sana, terdapat sungai kecil yang dialiri arus cukup kencang. Usai bandang surut, para guru dan siswa membantu warga mengevakuasi.
Menjelang malam, Wali Kota Bogor Bima Arya langsung meninjau lokasi. Bima sempat melayat dan berdoa di depan dua jezanah korban banjir. Kepada wartawan, Bima mengatakan turut berduka atas musibah yang menimpa. Pemkot Bogor, kata dia, tengah menghimpun informasi di lapangan terkait penyebab robohnya dinding beton tersebut.
”Sejauh ini, saya melihat karena volume air yang jauh lebih besar dari biasanya, sehingga tembok tidak mampu menahan. Lebih pada volume air yang luar biasa. Belum ada faktor lain,” kata Bima di rumah korban. Bima pun meminta aparatur kelurahan dan kecamatan sigap dalam menangani korban banjir. “Hingga pemakaman ditanggung semuannya. Korban selamat juga dibawa ke RSUD untuk dicek kesehatannya. Korban akan mendapat bantuan dari pemkot,” ucapnya.
Sementara itu, hujan deras masih mengguyur sejumlah wilayah di Bandung Raya membuat permukaan air di sejumlah saluran drainase dan sungai meningkat. Terparah, ratusan rumah di warga Dayeuhkolot sudah mulai terkepung air.
Salah seorang warga Kecamatan Dayeuhkolot, Ulfah Fauziah 23, mengatakan, akibat hujan terus menerus Sungai Citarum tambah meluap dan merendam ribuan rumah di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, sehingga, warga sudah mulai mengungsi ke sejumlah tempat yang sudah disediakan.
Selain itu, katanya, akses jalan menuju Kota Bandung dan sebaliknya sudah sulit untuk dilalui. Sebab, ruas jalan menuju Kota Bandung mulai terendam banjir.
”Wilayah Dayeuhkolot sudah mulai terkepung banjir. Warga Dayeuhkolot kalau mau mengungsi ke rumah saudaranya yang berada di Kota Bandung sudah tidak bisa, karena semua jalur terendam banjir,” kata Ulfah, kemarin malam.













