Namun saat ini, lanjut dia, fungsi terminal belum sepenuhnya dijalankan. Para sopir angkot sering beralasan, di terminal susah mencari penumpang. ”Sehingga penumpang juga tidak mau naik di terminal karena alasan sepi angkot. Penumpang lebih memilih di pinggir jalan,” ujarnya.
Untuk itu, kata dia, untuk mengembalikan fungsi terminal tersebut, pihaknya akan melakukan pembenahan berkoordinasi dengan dinas terkait, organda, hingga muspika. Harapannya, ada kesepahaman dalam memfungsikan terminal sebagaimana mestinya.
Jika fungsi itu telah dijalankan, lanjut dia, pihaknya baru akan membenahi berbagai fasilitas terminal. Dari delapan terminal, saat ini terminal yang sudah memadai di antaranya Terminal Cililin, Cimareme, Sindangkerta, dan Padalarang. ”Pembenahan fasilitas akan dilakukan seiring dengan fungsi terminal bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (drx/fik)












